Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan pada hari Minggu bahwa penjualan senjata Amerika Serikat dan kerja sama keamanan dengan pulau demokrasi itu merupakan "elemen kunci" bagi perdamaian regional.
Pernyataan ini disampaikan Lai melalui akun Facebook pribadinya.
>>> Masinis Ditahan Akibat Tabrakan Maut Kereta Api dan Bus di Thailand
Ia menekankan bahwa dukungan keamanan dari Amerika Serikat sangat penting bagi Taiwan untuk mencegah Tiongkok melakukan ancaman aneksasi paksa.
Lai menegaskan bahwa Taiwan berada di "inti" kepentingan global.
Menurutnya, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tidak akan pernah dikorbankan atau diperdagangkan.
Komentar presiden Taiwan ini muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa penjualan senjata lebih lanjut ke Taiwan "bergantung pada Tiongkok" dan merupakan "alat negosiasi yang sangat baik bagi kami."
Penjualan senjata oleh Amerika Serikat kepada Taiwan telah menjadi isu sensitif dalam hubungan AS-Tiongkok.
Tiongkok memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan bersikeras bahwa pulau itu pada akhirnya harus bersatu dengan daratan, jika perlu dengan paksa.
Sementara itu, Taiwan, yang memiliki pemerintahan sendiri, menganggap dirinya sebagai negara berdaulat.
Amerika Serikat, meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, tetap menjadi pemasok senjata utama bagi pulau itu di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan.
Undang-undang ini mewajibkan AS untuk menyediakan Taiwan dengan sarana pertahanan diri.
Kerja sama keamanan antara Taiwan dan AS mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan militer bersama hingga pertukaran intelijen.
>>> Javier Bardem: Trump, Putin, Netanyahu Biang Kerok Perang Akibat 'Maskulinitas Toksik'
Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan dan memberikan sinyal pencegahan kepada Tiongkok.
