Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menerbangkan 392 calon haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Makkah pada Minggu, 17 Mei 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari 386 jamaah calon haji (JCH) asal Sultra, enam petugas pendamping, dan satu tambahan calon haji asal Maluku yang sebelumnya tertunda karena sakit.
>>> 71.744 Sekolah di 3T dan Daerah Bencana Jadi Prioritas Revitalisasi 2026
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail menyatakan jamaah tunda dapat dimasukkan ke kloter mana pun setelah kondisinya dinyatakan laik terbang.
JCH asal Sultra masuk ke pemondokan Asrama Haji Sudiang Makassar pada Sabtu (16/5) pukul 18.00 Wita.
Mereka dilepas untuk diterbangkan sehari kemudian setelah menjalani karantina, pemeriksaan kesehatan, dan verifikasi dokumen administrasi.
Sebelum pelepasan, PPIH memberikan pesan kepada jamaah agar menjaga nama baik bangsa selama beribadah di Arab Saudi.
Ikbal mengingatkan jamaah untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca terik di Arab Saudi dengan memperbanyak minum air mineral.
"Yang utama itu karena tujuan jamaah ke Makkah adalah untuk menunaikan salah satu rukun Islam dan betul-betul karena ibadah, jadi tetap menjaga nama baik bangsa, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air mineral," ujarnya.
Ikbal yang juga Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulsel berharap semua jamaah yang laik terbang dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.
>>> Bali United Tutup Laga Kandang dengan Kemenangan 4-1 atas Bhayangkara
Sebelum pemberangkatan, JCH kloter 36 mengikuti rangkaian proses penerimaan dan persiapan di Aula Mina, Asrama Haji Sudiang.
PPIH telah menyiapkan tahapan layanan mulai dari penempatan akomodasi, pembagian gelang identitas, penyaluran biaya hidup, pemeriksaan kesehatan, hingga pendataan khusus bagi wanita usia subur.