unique visitors counter
⌂ Beranda News Kemensos Jaring 600 Anak Jalanan Jabodetabek untuk Sekolah Rakyat

Kemensos Jaring 600 Anak Jalanan Jabodetabek untuk Sekolah Rakyat

Kemensos Jaring 600 Anak Jalanan Jabodetabek untuk Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan wartawan terkait penjaringan siswa Sekolah Rakyat
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjaring sekitar 600 anak jalanan dan anak terlantar yang putus sekolah di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Anak-anak tersebut akan diintegrasikan ke dalam program pendidikan rintisan Sekolah Rakyat.

>>> Lee Yong Jin Resmi Bergabung dengan '2 Days & 1 Night Season 4'

IN2

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin, mengatakan angka itu merupakan hasil langkah proaktif petugas di lapangan.

Mereka menyisir kawasan pasar hingga perempatan jalan untuk memastikan anak putus sekolah mendapatkan hak pendidikannya kembali.

"Sekarang posisinya sudah terjaring sekitar 700 anak.

in2

Hampir 600 di antaranya memang kami temukan langsung di jalanan, yang kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan ke rumah serta dialog bersama orang tua mereka," kata Mensos.

Dalam satu hingga dua pekan ke depan, Kemensos berencana mengundang para orang tua beserta calon siswa untuk berdialog kesiapan.

Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru direncanakan dimulai pada pertengahan Juli nanti.

>>> Mendiktisaintek Minta Kampus Perkuat SDM Lewat Budaya Akademik Unggul

Target 1.000 Siswa di 10 Titik Sekolah Rakyat

Pemerintah menargetkan dapat menjaring hingga 1.000 siswa untuk fase rintisan ini. Jenjang pendidikan yang disediakan mencakup SD, SMP, dan SMA.

Seluruh siswa nantinya akan ditempatkan di 10 titik Sekolah Rakyat rintisan.

Sekolah-sekolah itu memanfaatkan aset gedung milik berbagai instansi pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Beberapa lokasi yang akan digunakan antara lain gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), aset Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta kawasan Tagana Center di Hambalang milik Kemensos.

"Prosesnya terus berjalan dan nanti anak-anak ini akan dibagi di beberapa titik ruang kelas sementara tersebut. Fasilitas siap digunakan dan semuanya sedang berproses lancar," ucap Mensos Saifullah Yusuf.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

>>> Presiden Taiwan Pertahankan Pembelian Senjata AS yang Disebut Trump 'Chip Tawar'

Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru