Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara (OPGMN) menyatakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA memunculkan gambaran nyata tentang perlunya pembenahan cara belajar di kelas.
Ketua Umum OPGMN Moch. Fatkoer Rohman menegaskan hasil TKA harus dipahami sebagai refleksi.
>>> Kemensos Integrasikan DTSEN demi Perbaiki Penyaluran Bansos 2026
"Capaian yang masih rendah, khususnya pada matematika, menunjukkan pembelajaran perlu segera dibenahi," ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin.
Menurut dia, data TKA memberi sekolah cermin untuk melihat kemampuan siswa secara lebih objektif.
"Dari sana, sekolah dapat mengetahui mata pelajaran mana yang sudah kuat dan mana yang masih tertinggal, sekaligus mengevaluasi apakah metode belajar selama ini benar-benar membantu siswa memahami konsep atau hanya mengejar hafalan," katanya.
Pembelajaran Matematika Masih Berorientasi Hafalan
Fatkoer menilai rendahnya capaian matematika menunjukkan pola pembelajaran di banyak sekolah masih belum menyentuh kemampuan berpikir siswa.
"Masih banyak pembelajaran yang hanya berisi rumus dan latihan soal berulang. Anak akhirnya terbiasa menghafal cara cepat, tetapi tidak benar-benar memahami konsep," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Surabaya Iva Afiati Rahma. Ia mengatakan hasil TKA membantu sekolah membaca kondisi pembelajaran secara lebih terukur.
"Dari hasil TKA, kami bisa melihat mata pelajaran mana yang perlu perhatian lebih serius. Ini membantu guru melakukan evaluasi yang lebih objektif dan berbasis data," ujarnya.
>>> Bupati Rudy Susmanto Bantah Isu Bogor Keluar dari Jawa Barat
Di SMAN 1 Surabaya, hasil TKA tidak berhenti sebagai laporan angka. Pihak sekolah menjadikannya dasar untuk menyusun langkah perbaikan.
Langkah tersebut meliputi klinik belajar bagi siswa yang membutuhkan pendampingan tambahan, evaluasi metode pengajaran, hingga pelatihan guru untuk memperkuat pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif.
Kolaborasi antarguru juga diperkuat agar evaluasi tidak berjalan sendiri-sendiri di tiap kelas, melainkan menjadi gerakan perbaikan bersama di tingkat sekolah.
Selain itu, hasil TKA turut disosialisasikan kepada orang tua agar mereka dapat melihat perkembangan belajar anak secara lebih jelas.
Dampaknya, keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar siswa ikut meningkat.
"TKA bukan untuk menghakimi guru atau siswa dari angka semata, tetapi menjadi dasar untuk melihat apa yang perlu diperbaiki bersama," kata Iva.
Iva menambahkan bahwa hasil TKA pun turut disosialisasikan kepada orang tua agar mereka dapat melihat perkembangan belajar anak secara lebih jelas.
>>> Disdukcapil Padang Siagakan 1.750 Agen untuk Kawal Digital Bansos
Dampaknya, menurut dia, keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar siswa ikut meningkat.
