Selain itu, sistem drainase yang baik juga diperlukan untuk mengurangi risiko genangan. Langkah-langkah adaptasi perubahan iklim harus segera diterapkan.
Para petambak kini hanya bisa pasrah dan berharap musibah ini tidak terulang. Mereka berencana untuk membersihkan tambak dan memulai kembali usaha setelah air surut.
Namun, proses pemulihan diperkirakan memakan waktu lama. Modal yang dibutuhkan untuk membeli bibit baru dan memperbaiki tambak tidak sedikit.
Banjir rob di Medan Marelan menjadi contoh nyata dampak perubahan iklim terhadap sektor perikanan. Petambak menjadi pihak yang paling rentan terkena dampaknya.
Ke depan, perlu ada upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana serupa. Edukasi tentang cuaca ekstrem dan adaptasi juga penting.
>>> KPK Periksa Direktur P2 dan Eks Sesditjen Bea Cukai Terkait Aliran Uang
Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih siap menghadapi bencana alam. Dukungan untuk para petambak sangat dibutuhkan saat ini.