Hingga Maret 2026, total pembiayaan BSI mencapai Rp329 triliun.
Dari jumlah tersebut, segmen konsumer dan emas menjadi penyumbang terbesar dengan total pembiayaan Rp184,27 triliun, tumbuh 17,59 persen secara tahunan.
Pertumbuhan itu diiringi kualitas pembiayaan yang terjaga, dengan rasio non-performing financing (NPF) segmen konsumer di bawah 1,5 persen.
Hal ini mencerminkan prinsip kehati-hatian BSI dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Pertumbuhan pembiayaan griya BSI juga didorong oleh berbagai keunggulan produk yang kompetitif, antara lain angsuran tetap hingga akhir tenor, fasilitas free appraisal, special price pada developer rekanan terpilih, hadiah BSI Emas, serta berbagai program promo lainnya.
>>> Kuasa Hukum Keluarga Kacab Bank Dorong Penerapan Pasal Pembunuhan Berencana
Perseroan mencatat tren booking pembiayaan griya masih menunjukkan pertumbuhan yang baik, terutama untuk pembelian rumah pertama dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar.