Kasus ini menciptakan ketegangan dengan sinyal pelonggaran penegakan emisi yang sebelumnya diberikan. Situasi ini membuat area abu-abu semakin meluas bagi para tuner dan bengkel performa.
Menurut Forbes, subpoena tersebut meminta Apple dan Google untuk menyerahkan catatan pengguna yang mengunduh aplikasi Auto Agent, sementara Amazon dan Walmart menerima permintaan terkait pembelian perangkat keras.
Yang mengejutkan, jumlah data yang diminta bukan hanya 10 atau 20 catatan, melainkan lebih dari 100.000 catatan.
Bagian paling kontroversial dari tuduhan terhadap EZ Lynk adalah bahwa aplikasi tersebut tidak secara langsung terkait dengan emisi kendaraan.
Aplikasi itu tidak memiliki tombol untuk membuang bahan bakar ke injektor. Sebaliknya, aplikasi itu hanyalah pusat atau platform.
Pengguna mencolokkan perangkat OBDII ke mobil mereka, dan dari sana mereka dapat memantau semua fungsi vital.
Yang menjadi masalah bagi DOJ adalah bahwa aplikasi itu juga memungkinkan tuner dan pelanggan untuk terhubung melaluinya.
Dari sana, sebuah bengkel dapat, atas permintaan pemilik, mengirimkan tune melalui aplikasi, dan pemilik kemudian dapat menginstalnya.
>>> Fly Wing Snake 250 Ditarik di AS karena Rem Bermasalah
Ini pada dasarnya adalah apa yang dilakukan ratusan, bahkan ribuan tuner di seluruh AS setiap hari, tetapi dengan catatan bahwa itu terjadi secara langsung tanpa jejak digital yang dikejar DOJ.