Enam warga negara Irlandia ditahan oleh otoritas Israel setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat di perairan internasional. Salah satu dari mereka adalah adik dari Presiden Irlandia, Michael D.
Higgins.
>>> KSAD Maruli soal Film Pesta Babi: Duitnya dari Mana? Coba Pikir Aja
Peristiwa ini terjadi saat Sumud Flotilla, sebuah misi kemanusiaan yang membawa bantuan untuk Gaza, dicegat oleh angkatan laut Israel.
Para aktivis yang berada di dalam kapal kemudian dibawa ke tahanan Israel.
Kronologi Penangkapan
Sumud Flotilla berlayar dari Turki dengan tujuan menerobos blokade Israel di Gaza. Kapal tersebut membawa bantuan medis dan logistik untuk warga Palestina yang terkepung.
Namun, sebelum mencapai perairan Gaza, kapal tersebut dicegat oleh angkatan laut Israel di perairan internasional. Para kru dan penumpang, termasuk enam warga Irlandia, kemudian ditahan.
Pemerintah Irlandia telah mengkonfirmasi bahwa adik Presiden Higgins termasuk dalam kelompok yang ditahan. Identitasnya tidak disebutkan secara rinci untuk alasan keamanan.
Reaksi Pemerintah Irlandia
Pemerintah Irlandia menyatakan keprihatinan mendalam atas penahanan tersebut. Mereka meminta akses konsuler kepada warga negaranya yang ditahan.
Kementerian Luar Negeri Irlandia telah menghubungi otoritas Israel untuk mendapatkan klarifikasi dan memastikan keselamatan para tahanan. Mereka juga mendesak pembebasan segera.
Presiden Michael D. Higgins belum memberikan pernyataan resmi terkait penahanan adiknya.
Namun, keluarga besar Higgins dilaporkan sangat terkejut dengan kejadian ini.
Misi Sumud Flotilla
Sumud Flotilla adalah bagian dari gerakan solidaritas internasional untuk menerobos blokade Gaza. Blokade yang diberlakukan Israel sejak 2007 telah menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Misi ini melibatkan sejumlah kapal yang membawa bantuan dan aktivis dari berbagai negara. Tujuannya adalah untuk menyoroti penderitaan warga Gaza dan menekan Israel untuk membuka akses.
