Kualitas low-light, zoom, dan perekaman video sinematik kemungkinan menjadi yang terbaik di pasaran.
>>> Moto G37 Power Resmi di India, Baterai 7000mAh Tahan 3 Hari
Sony mengambil rute berbeda dengan fokus pada ilmu warna alami, eye tracking, kontrol ala Alpha, dan konsistensi lensa yang seimbang.
Xperia 1 VIII mungkin menghasilkan foto yang lebih realistis, terutama bagi kreator yang lebih suka penyesuaian manual daripada fotografi komputasional agresif.
Kamera selfie Vivo juga lebih unggul dengan resolusi 50MP dan autofokus, mampu merekam 4K detail.
Kamera depan Sony 12MP mengutamakan warna alami dan video stabil daripada detail ekstrem. Kreator konten yang sangat mengandalkan kualitas kamera depan mungkin akan menemukan Vivo lebih serbaguna.
Kesimpulan: Sony memberikan pengalaman fotografi profesional dengan pemrosesan gambar yang lebih bersih, tetapi Vivo menawarkan paket kamera flagship yang lebih canggih dan serbaguna di hampir semua kategori hardware.
Harga
Vivo X300 Ultra dibanderol sekitar $1500 atau ₹160000, sementara Sony Xperia 1 VIII diperkirakan sekitar $1600 atau ₹140000, tergantung wilayah dan konfigurasi.
Menariknya, Sony memiliki harga global lebih tinggi meskipun spesifikasi layar dan pengisian daya lebih rendah di atas kertas.
Vivo secara agresif memasukkan hardware flagship ke hampir setiap kategori, membuat harganya terasa sangat kompetitif.
Sony membenarkan harga premiumnya melalui fitur khusus kreator seperti dukungan microSD, jack headphone, kompatibilitas ekosistem Alpha, dan dukungan software Android yang lebih bersih.
Pendekatan itu akan sangat menarik bagi fotografer dan penggemar Xperia setia.
Namun, pembeli flagship mainstream sering memprioritaskan daya tahan baterai, kecepatan pengisian, dan hardware kamera, di mana Vivo jelas memberikan nilai lebih.
Kesimpulan: Xperia 1 VIII terasa premium namun terspesialisasi.
