Industri animasi Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Berdasarkan data terbaru, nilai industri animasi tanah air mencapai Rp798,15 miliar pada 2025.
Angka ini tercatat dalam Indonesia Animation Report 2026 yang dirilis oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama sejumlah mitra.
>>> Google Search AI Resmi Hadir, Pengguna Tak Bisa Tolak?
Laporan tersebut merupakan hasil riset terhadap 262 studio animasi yang mempekerjakan 3.448 tenaga kerja.
Pendapatan IP Lokal Lampaui Jasa
Dalam satu dekade terakhir, nilai industri animasi Indonesia meningkat lebih dari 3,3 kali lipat. Rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 12,86 persen.
Fenomena menarik terjadi pada pendapatan dari karya orisinal atau intellectual property (IP) lokal. Untuk pertama kalinya, pendapatan IP lokal melampaui pendapatan dari jasa ekspor.
Pendapatan dari IP lokal melonjak 279,53 persen pada 2025. Saat ini, sebanyak 308 karya animasi orisinal aktif telah diproduksi dan didistribusikan ke berbagai platform global.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut industri animasi sebagai bagian penting ekonomi kreatif. Ia menilai sektor ini berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Laporan Indonesia Animation Report 2026 merupakan kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), BRIN, dan Universitas Dian Nuswantoro.
Studi ini merupakan kelanjutan riset sebelumnya pada periode 2015-2020.
Teuku menambahkan bahwa laporan ini menjadi landasan penting untuk mendorong transformasi industri menuju model berbasis kekayaan intelektual yang berdaya saing global.
Ketua Umum AINAKI, Daryl Wilson, menegaskan bahwa sektor jasa animasi tetap memberikan kontribusi ekonomi signifikan.
Namun, peran sektor jasa tersebut belum sepenuhnya terpetakan secara optimal dalam kerangka ekonomi Indonesia.
Menurut Daryl, sektor jasa animasi berpotensi besar mendorong pertumbuhan PDB dan penciptaan lapangan kerja.