Ponsel ini juga memiliki chip respons sentuh khusus dengan sampling sentuh 3200 Hz.
OnePlus 15 menggunakan sistem pendingin Cryo-Velocity 360 derajat.
Sistem ini mencakup ruang uap 3D 5731 mm², lapisan isolasi aerogel, dan penutup belakang grafit untuk distribusi panas.
Ponsel ini memiliki baterai Silicon NanoStack 7300 mAh dengan pengisian kabel 120W dan pengisian nirkabel 50W. OnePlus 15 juga memiliki peringkat IP66, IP68, IP69, dan IP69K.
Sistem kamera belakang tiga kamera mencakup tiga kamera 50 MP, menjadikan OnePlus 15 ponsel yang lebih seimbang daripada kebanyakan model gaming-first.
4. OnePlus Ace 6 Ultra
OnePlus Ace 6 Ultra masuk dalam daftar ini sebagai alternatif OnePlus yang lebih fokus gaming dibandingkan OnePlus 15.
Ponsel ini saat ini ditujukan untuk pasar China, tetapi hardware-nya menjadikannya salah satu ponsel esports terkuat di lini OnePlus.
Ponsel ini menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500, RAM LPDDR5X Ultra hingga 16 GB, dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1 TB.
OnePlus Ace 6 Ultra memiliki layar 6,78 inci 1,5K BOE AMOLED dengan refresh rate hingga 165 Hz.
Lingxi Touch Core meningkatkan sampling sentuh instan hingga 4000 Hz, memberikan fokus lebih kuat pada respons input cepat dibandingkan OnePlus 15 standar.
OnePlus juga telah menyetel Ace 6 Ultra untuk gaming berkelanjutan.
Ponsel ini menggunakan Wind Chaser Gaming Kernel dan sistem pendingin Glacier generasi berikutnya. OnePlus mengklaim dapat mencapai rata-rata 164,7 fps di Delta Force pada pengaturan grafis tertinggi.
Perangkat lunak juga menyertakan alat game tembak seperti peningkatan tampilan, peningkatan suara langkah kaki, dan crosshair bantu. Keunggulan terbesar ponsel ini adalah daya tahan baterai.
OnePlus Ace 6 Ultra mengemas baterai dual-cell 8600 mAh dengan pengisian 120W SuperVOOC, memberikannya baterai terbesar dalam daftar ini.