Huh Yun-jin memberikan jawaban paling mendalam tentang harga dari membiarkan orang lain masuk ke dalam hidup.
Ia mengatakan bahwa kedekatan antar anggota kini seperti saudara, tetapi kedekatan itu juga membawa ketakutan tersendiri. Namun, ia belajar bahwa keterbukaan dan kejujuran justru mendekatkan mereka, bukan menjauhkan.
“Membicarakan luka kita terasa rentan. Tapi ketika kerentanan bertemu kerentanan, itu menjadi solidaritas,” ujar Huh.
Tidak semua ketakutan yang diungkapkan anggota bersifat serius. Sakura, misalnya, mengaku paling takut pada nyamuk musim panas.
Ia bercerita bahwa saat wawancara di lantai 23, seseorang melihat nyamuk di lehernya. Sakura merasa ngeri karena mudah digigit nyamuk.
Jawaban itu membuat ruangan tertawa, mengingatkan bahwa LE SSERAFIM tetap memiliki keseimbangan antara keseriusan dan kesadaran diri.
>>> Gak Perlu Mahal! 5 Smartwatch Android Mirip Apple Watch Sudah Rilis
Lagu Utama 'BOOMPALA' dan Proses Kreatif
Keseimbangan antara ketulusan dan kesadaran diri juga tercermin dalam lagu utama "BOOMPALA".
Lagu ini mengambil sampel dari "Macarena" yang dikenal global, membungkus pesan menghadapi ketakutan dalam irama yang membuat orang ingin bergoyang.
Huh Yun-jin menjelaskan bahwa kontras itu disengaja. Pesannya adalah ketika tidak ada yang menahan, ketakutan akan hilang.
Mengubah cara pandang terhadap ketakutan bisa membuatnya menjadi ilusi. Mereka ingin menempatkan sesuatu yang terasa gelap di permukaan ke dalam lagu yang membuat orang ingin menari.
Dalam proses rekaman, grup diarahkan untuk meneriakkan lirik daripada menyanyi. Sakura harus merekam ulang lima kali hingga produser puas, sementara Huh diminta membayangkan meditasi di hutan.
Ternyata, video musik lagu itu memang syuting di hutan.
Kazuha menemukan kenyamanan dalam lagu tersebut. Ia mengingatkan dirinya bahwa masa sulit tidak akan bertahan selamanya.