unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Indosat Gandeng Kemnaker dan Wadhwani, Siapkan 1 Juta Talenta Digital AI

Indosat Gandeng Kemnaker dan Wadhwani, Siapkan 1 Juta Talenta Digital AI

Indosat Gandeng Kemnaker dan Wadhwani, Siapkan 1 Juta Talenta Digital AI
Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]
A A Ukuran Teks16px

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) resmi menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Wadhwani Foundation untuk mempercepat pengembangan talenta digital berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional di Jakarta.

>>> Xiaomi Luncurkan Band 10 Pro dan Clip-on Earbuds Pertama

IN2

Program ini menargetkan pemberdayaan satu juta talenta digital dan seratus ribu wirausahawan melalui pelatihan AI, keterampilan digital, dan kewirausahaan berbasis teknologi.

Integrasi Platform dan Pelatihan di 24 BLK

Pelatihan akan dijalankan melalui integrasi platform SIAPKerja milik Kemnaker dengan platform AI Wadhwani Foundation, yaitu JobReady dan Genie AI.

Indosat mendukung program ini dengan konektivitas dan ekosistem digital. Pelatihan diperluas ke 24 Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah.

in2

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan transformasi dunia kerja akibat digitalisasi berjalan sangat cepat. Hal ini membutuhkan langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional.

“Dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat akibat disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri,” ujarnya.

Menurut Yassierli, bonus demografi Indonesia bisa menjadi peluang besar jika didukung peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kesepahaman bersama ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

President Director & CEO Indosat Vikram Sinha menegaskan kolaborasi ini menjadi bagian dari visi demokratisasi AI di Indonesia.

>>> Rupiah Anjlok, Harga Laptop Acer Naik Lebih 10 Persen

“AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang,” ujar Vikram.

Ia menambahkan semangat #LebihBaikIndosat mendorong perusahaan memperluas akses teknologi digital yang inklusif bagi masyarakat.

President Wadhwani Entrepreneurship Meetul B. Patel menilai relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri menjadi faktor penting dalam mencetak tenaga kerja digital masa depan.

“Dengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK, kami bisa menjangkau jutaan anak muda di seluruh Indonesia secara terukur,” jelasnya.

Program ini juga dirancang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui modul pelatihan adaptif berbasis AI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Vikram Sinha menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari visi demokratisasi AI di Indonesia.

"AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia," ujarnya.

>>> 31 Kode Redeem FF Terbaru 22 Mei 2026: Amankan Final Shot Gerhana dan Skin SG2 Mengerikan

Ia menambahkan bahwa semangat #LebihBaikIndosat mendorong perusahaan untuk terus memperluas akses teknologi digital yang inklusif bagi masyarakat.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru