Banyak orang bertanya, 1 ekor sapi menghasilkan berapa kg daging? Pertanyaan ini sering muncul saat akan membeli sapi kurban atau memulai usaha peternakan.
Menghitung daging sapi hidup tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi berat daging yang diperoleh dari seekor sapi.
>>> Kesaksian Aktivis Flotilla: Disiksa Israel Sebelum Dideportasi ke Turki
Faktor yang Memengaruhi Berat Daging Sapi
Berat daging yang dihasilkan dari seekor sapi tergantung pada beberapa hal. Pertama, jenis atau bangsa sapi sangat menentukan.
Sapi jenis Brahman, Limousin, atau Simental memiliki bobot yang berbeda. Sapi lokal seperti sapi Bali juga memiliki karakteristik tersendiri.
Kedua, usia sapi juga berpengaruh. Sapi yang lebih tua biasanya memiliki bobot lebih besar, tetapi persentase dagingnya bisa berbeda.
Ketiga, pakan dan perawatan selama pemeliharaan. Sapi yang diberi pakan berkualitas dan dirawat dengan baik akan menghasilkan daging lebih banyak.
Cara Menghitung Daging Sapi Hidup
Secara umum, persentase daging dari bobot hidup sapi berkisar antara 40-50 persen. Artinya, jika seekor sapi memiliki bobot hidup 500 kg, maka daging yang diperoleh sekitar 200-250 kg.
Namun, angka ini bisa bervariasi tergantung pada faktor-faktor di atas. Untuk perhitungan yang lebih akurat, peternak biasanya menggunakan rumus tertentu.
Salah satu cara adalah dengan menghitung bobot karkas terlebih dahulu. Karkas adalah bagian tubuh sapi setelah dipotong, dikuliti, dibuang kepala, kaki, dan organ dalam.
Bobot karkas biasanya sekitar 50-60 persen dari bobot hidup. Dari bobot karkas, daging tanpa tulang (boneless) sekitar 70-80 persen.
>>> Panduan Lengkap Menjadi Jastip Online: Tips dan Aplikasi untuk Memulai Bisnis
Sebagai contoh, sapi dengan bobot hidup 500 kg memiliki karkas sekitar 250-300 kg. Dari karkas tersebut, daging yang bisa diperoleh sekitar 175-240 kg.
