unique visitors counter
⌂ Beranda Ragam Kesaksian Aktivis Flotilla: Disiksa Israel Sebelum Dideportasi ke Turki

Kesaksian Aktivis Flotilla: Disiksa Israel Sebelum Dideportasi ke Turki

Kesaksian Aktivis Flotilla: Disiksa Israel Sebelum Dideportasi ke Turki
Aktivis Flotilla yang disiksa Israel sebelum dideportasi
A A Ukuran Teks16px

Ratusan aktivis Flotilla yang mencoba menerobos blokade Gaza dideportasi Israel ke Turki. Sebelum dideportasi, mereka mengaku mengalami penyiksaan selama dalam tahanan.

Para aktivis melaporkan dipukul, disetrum dengan alat kejut listrik (taser), dan tidak diberi makan selama berhari-hari. Perlakuan ini terjadi setelah kapal mereka dicegat oleh angkatan laut Israel.

>>> Panduan Lengkap Menjadi Jastip Online: Tips dan Aplikasi untuk Memulai Bisnis

IN2

Kronologi Penangkapan dan Penyiksaan

Flotilla tersebut merupakan bagian dari upaya kemanusiaan untuk membawa bantuan ke Gaza. Israel menahan kapal dan menangkap seluruh penumpangnya.

Setelah ditahan, para aktivis dipindahkan ke pusat penahanan. Di sana, mereka mengalami kekerasan fisik dan psikologis.

Beberapa aktivis mengaku disetrum dengan taser di bagian tubuh sensitif. Ada juga yang dipukul dengan benda tumpul.

in2

Selain itu, mereka tidak mendapatkan makanan dan air minum yang cukup. Kondisi ini berlangsung hingga mereka dideportasi ke Turki.

Reaksi Internasional

Tindakan Israel terhadap aktivis Flotilla menuai kecaman dari berbagai pihak. Organisasi hak asasi manusia mengecam penyiksaan yang dilakukan.

Turki, sebagai negara tujuan deportasi, menerima para aktivis dan memberikan bantuan medis. Pemerintah Turki juga menyatakan protes kepada Israel.

Kasus ini kembali menyoroti ketegangan hubungan Israel-Turki. Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat membaik setelah beberapa tahun memburuk.

Para aktivis yang dideportasi kini dalam pemulihan. Mereka berencana melanjutkan advokasi untuk Palestina.

Kesaksian ini menambah daftar panjang pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap aktivis pro-Palestina. Komunitas internasional mendesak penyelidikan independen.

Namun, Israel membantah tuduhan penyiksaan dan menyatakan para aktivis diperlakukan sesuai hukum. Klaim ini dibantah oleh kesaksian para korban.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya blokade Gaza yang telah berlangsung bertahun-tahun. Blokade tersebut menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah Palestina.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru