Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah sebuah video yang memperlihatkan aktivis flotilla Gaza dalam posisi berlutut dan terikat di pelabuhan Ashdod.
Video tersebut langsung memicu kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional.
>>> Nonton Tensura Season 4 Episode 7 Sub Indo: Jadwal Tayang 22 Mei 2026
Dalam rekaman yang dibagikan melalui akun media sosial resminya, Ben-Gvir tampak memperlihatkan para aktivis yang ditahan setelah mencoba menerobos blokade laut Gaza.
Tindakan itu dinilai sebagai penghinaan terhadap martabat kemanusiaan.
Kecaman dari Berbagai Pihak
Italia menjadi salah satu negara yang bereaksi keras.
Pemerintah Italia menyatakan bahwa perlakuan terhadap aktivis tersebut tidak dapat diterima dan melanggar norma-norma dasar hak asasi manusia.
Prancis juga mengecam tindakan tersebut. Kementerian Luar Negeri Prancis menekankan pentingnya menghormati martabat setiap individu, termasuk mereka yang ditahan dalam konteks konflik.
Uni Eropa melalui perwakilan kebijakan luar negerinya menyampaikan keprihatinan mendalam. Mereka mendesak Israel untuk memperlakukan semua tahanan sesuai dengan hukum internasional.
Amerika Serikat, yang biasanya menjadi sekutu dekat Israel, ikut menyuarakan kritik. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut video itu meresahkan dan tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Konteks Flotilla Gaza
Flotilla Gaza adalah upaya aktivis internasional untuk membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang diblokade Israel.
Setiap tahun, kapal-kapal yang membawa relawan dan pasokan berusaha menembus blokade, namun kerap dicegat oleh angkatan laut Israel.
>>> Hasil Malaysia Masters 2026: Jonatan Christie Melaju ke 8 Besar
Insiden terbaru terjadi ketika kapal yang membawa aktivis dari berbagai negara ditahan di perairan internasional dan digiring ke pelabuhan Ashdod.
Para aktivis kemudian ditahan dan diinterogasi.