unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Review Film: Gohan, Kisah Anjing yang Menyentuh Relung Hati
Hiburan

Review Film: Gohan, Kisah Anjing yang Menyentuh Relung Hati

Poster film Gohan Thailand
Poster film Gohan Thailand
A A Ukuran Teks16px

Film Thailand Gohan hadir bukan hanya sebagai tontonan mengharukan tentang seekor anjing. Lebih dari itu, film ini menawarkan perspektif baru dalam memandang kehidupan.

Sejak awal promosi, Gohan sudah memberi tanda bahwa penonton akan dibuat menangis. Namun, 140 menit durasinya tidak sekadar menguras air mata, melainkan juga memenuhi relung hati.

Cerita Tiga Babak Kehidupan Gohan

Naskah film ini ditulis oleh Chayanop Boonprakob, Sopana Chaowwiwatkul, Atta Hemwadee, Baz Poonpiriya, dan Thodsapon Thiptinnakorn. Hasilnya bagaikan sup ayam hangat yang dinikmati setelah badai berlalu.

Tim penulis berhasil menyajikan cerita yang hangat, kaya rasa, dan menghanyutkan. Setiap babak kehidupan Gohan menjadi penelusuran makna hidup yang fana namun abadi dalam ingatan.

Film ini dibagi menjadi tiga babak yang masing-masing berpusat pada Gohan bersama seorang atau sepasang manusia. Boonprakob, Hemwadee, dan Poonpiriya bertindak sebagai sutradara.

Babak pertama mengisahkan Gohan bersama lansia bernama Hiro (Kitachima Yasushi) yang penuh komedi ringan dan natural.

Babak kedua penuh drama tak terduga saat Gohan bersama imigran gelap Namcha (Poe Mamhe Thar).

Babak ketiga menghadirkan pendewasaan saat Gohan bersama Pele (Jaonaay Jinjett Wattanasin) dan Jaidee (Tu Tontawan Tantivejakul). Setiap babak memiliki konflik dan persoalan tersendiri yang disajikan apik.

Penampilan Solid Para Aktor dan Anjing

Karakter Gohan diperankan oleh tiga anjing berbeda: Kori saat masih puppy, Meechok saat muda, dan Hima saat tua.

Mereka menemani penampilan solid empat aktor utama.

Yasushi memberikan penampilan pas sebagai kakek tua yang aktif dan perfeksionis. Chemistry hangat antara Yasushi dan Kori berhasil membuat penonton berlinang air mata.

Kolaborasi Thar bersama Meechok di babak kedua menjadi cerita krusial. Kekuatan karakter Thar mampu mengimbangi cerita nelangsa yang ditulis tim penulis.

Meechok, Wattanasin, dan Tantivejakul menjadi algojo bagi kantung mata penonton. Wattanasin dan Tantivejakul adalah duet yang memainkan emosi cerita dan penonton secara bersamaan.

Meechok memberikan kelembutan di tengah huru-hara yang dibawa Wattanasin dan Tantivejakul.

Kehangatan itu pada akhirnya bertujuan menguras sisa air mata, terutama saat kilas balik di sisa usia si anjing.

Kelebihan Sinematografi dan Visual

Tim sutradara cerdas membuka kisah dengan dog-eye, membuat penonton mampu memberikan ruang empati. Hal ini sekaligus menjadi sasaran empuk untuk dihantam cerita menguras emosi.

Phaklao Jiraungkoonkun, Pasit Tandaechanurat, dan Tawanwad Wanavit sebagai sinematografer konsisten mengajak penonton melihat dunia dari perspektif Gohan. Tim editor dan warna juga berperan memainkan mood penonton.

Perubahan palet warna terlihat sesuai tiga fase kehidupan Gohan. Pencahayaan dan atmosfer warna bertransformasi mengikuti suasana emosional cerita.

Warna hangat di awal perlahan bergeser ke tone biru melankolis yang sendu dan depresif.

Tim wardrobe yang dipimpin Suthee Muanwong juga memberikan warna tersendiri lewat pilihan fashion khas Bangkok untuk Jaidee.

Secara keseluruhan, tampilan visual Gohan terbilang hangat dan sederhana. Hal ini justru kian membangkitkan rasa emosional saat menyaksikan tiga fase kehidupan Gohan.

Gohan membuktikan bahwa film menyentuh hati tidak hanya hadir karena cerita matang. Karakter yang jelas perannya, humor, dan momen sederhana yang mengena juga berperan penting.

Seperti film-film GDH sebelumnya, Gohan bukan sekadar pelarian dan hiburan. Film ini menjadi refleksi akan kehidupan yang dijalani, baik dalam duka maupun suka.

Kerja sama tim penulis dan sutradara yang digodok secara kolektif menjadi keuntungan bagi Gohan.

Film ini tidak hanya unggul dalam merancang cerita, tetapi juga detail-detail yang melengkapi keutuhan kisah. Cara penggarapan tersebut membuat setiap babak terasa utuh dan emosional.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru