unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Rilis Gelombang Kedua File UFO yang Dideklasifikasi

AS Rilis Gelombang Kedua File UFO yang Dideklasifikasi

AS Rilis Gelombang Kedua File UFO yang Dideklasifikasi
File UFO yang dideklasifikasi Pentagon
A A Ukuran Teks16px

Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Jumat (22/5/2026) merilis gelombang kedua file rahasia yang sebelumnya diklasifikasikan mengenai dugaan penampakan UFO.

File-file tersebut mencakup referensi tentang laporan orang-orang yang melihat bola hijau tak dikenal, piring terbang, dan bola api.

>>> Otoritas UE Setujui Pil Wegovy untuk Menurunkan Berat Badan

IN2

Atas perintah Presiden Donald Trump, gelombang pertama file serupa telah dipublikasikan pada 8 Mei 2026.

Trump menjadi presiden terbaru yang merilis laporan pemerintah AS tentang benda terbang tak dikenal, sebuah proses pengungkapan yang dimulai sejak akhir 1970-an.

Isi File yang Dirilis

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan dokumen, foto, dan video dari fenomena yang secara resmi disebut 'unidentified anomalous phenomena' telah lama memicu spekulasi.

in2

"Sudah waktunya rakyat Amerika melihatnya sendiri," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

>>> WHO Afrika Peringatkan Risiko Penyebaran Ebola Jangan Dianggap Remeh

Salah satu dari 222 file yang dirilis pada Jumat berisi 116 halaman dokumentasi terkait serangkaian penampakan dan investigasi di fasilitas rahasia di Sandia, New Mexico, dari tahun 1948 hingga 1950.

"File ini berisi 209 penampakan 'bola hijau', 'piring', dan 'bola api' yang dilaporkan di dekat pangkalan militer," kata Departemen Pertahanan.

Para ahli mengatakan gelombang pertama berisi video baru dari penampakan yang sudah diketahui, tetapi tidak memberikan bukti meyakinkan tentang teknologi alien atau kehidupan luar angkasa.

Proses deklasifikasi ini merupakan bagian dari upaya transparansi pemerintah AS terhadap fenomena UFO yang selama puluhan tahun menjadi misteri.

>>> Perum Bulog Siapkan 720 Ribu Ton Beras untuk Bantuan Pangan 2026

Publik dan peneliti kini dapat mengakses lebih banyak data untuk dianalisis secara independen.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru