unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Peringatkan Serangan Balik Jika AS Kembali Bombardir

Iran Peringatkan Serangan Balik Jika AS Kembali Bombardir

Iran Peringatkan Serangan Balik Jika AS Kembali Bombardir
Militer Iran bersiap siaga
A A Ukuran Teks16px

Teheran — Militer Iran pada Selasa memperingatkan akan “membuka front baru” melawan Amerika Serikat jika Washington melanjutkan serangan.

Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menunda rencana ofensif baru demi mencapai kesepakatan.

>>> 39 WNI Korban Kapal Tenggelam di Perak Malaysia Ditemukan, 16 Meninggal

IN2

Gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 8 April.

Washington dan Teheran saling bertukar proposal melalui mediator untuk mengakhiri perang Timur Tengah yang dimulai dengan serangan AS pada 28 Februari.

Trump Akui Tunda Serangan Besar

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan para pemimpin Teluk memintanya “untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Republik Islam Iran, yang dijadwalkan besok, karena negosiasi serius sedang berlangsung.”

in2

Namun Trump menambahkan ia telah menginstruksikan militer AS untuk “siap melanjutkan serangan skala penuh terhadap Iran, dalam waktu singkat, jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai.”

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menulis di X bahwa pernyataan Trump berarti pemimpin AS itu “menyebut 'ancaman' sebagai 'kesempatan untuk perdamaian'!”

Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia sebelumnya memperingatkan Republik Islam akan “membuka front baru melawan” AS jika serangan dilanjutkan.

Ia menambahkan militer Iran telah menggunakan gencatan senjata sebagai kesempatan “untuk memperkuat kemampuan tempurnya,” tanpa merinci.

Serangan Drone ke PLTN Barakah

Setelah ancaman itu, Uni Emirat Arab mengatakan serangan drone terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah pada Minggu berasal dari wilayah Irak.

Iran mendukung kelompok-kelompok di Irak yang dituduh meluncurkan serangan terhadap negara-negara Teluk dalam perang Timur Tengah.

“Sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung atas serangan terang-terangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah pada 17 Mei 2026, pelacakan dan pemantauan teknis mengonfirmasi bahwa tiga drone… semuanya berasal dari wilayah Irak,” kata kementerian pertahanan Emirat.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru