Pada Minggu, kantor berita Fars Iran mengatakan Washington menyajikan daftar lima poin, termasuk tuntutan agar Iran hanya mengoperasikan satu situs nuklir dan mentransfer stok uranium yang diperkaya tinggi ke AS.
AS menolak melepaskan “bahkan 25 persen” aset Iran yang dibekukan di luar negeri atau membayar reparasi atas kerusakan perang, tambah Fars.
Laporan tersebut mengatakan AS juga memperjelas bahwa mereka hanya akan menghentikan permusuhan ketika Teheran terlibat dalam negosiasi damai formal.
Namun Iran mengatakan bersikeras pada tuntutannya sendiri, termasuk pembebasan aset beku, pencabutan sanksi lama terhadap negara itu, dan reparasi perang.
Belakangan, kantor berita Tasnim, mengutip sumber anonim yang dekat dengan tim negosiator Iran, mengatakan AS membuat satu langkah maju baru dalam teks terbaru dengan setuju untuk membebaskan sanksi minyak selama negosiasi berlangsung.
Sejak gencatan senjata berlaku pada 8 April, Teheran dan Washington telah mengadakan satu putaran perundingan yang gagal mencapai kesepakatan.
Iran tetap memegang kendali ketat atas Selat Hormuz, sementara AS memberlakukan blokade laut di pelabuhan Iran.
Pada Senin, Iran secara resmi mengumumkan pembentukan Otoritas Selat Teluk Persia untuk mengelola lalu lintas melalui selat tersebut.
>>> Persijap Tahan Imbang Borneo FC 0-0 di Pekan ke-33 Liga 1
Pasukan Garda Revolusi juga mengancam akan memberlakukan sistem izin pada kabel serat optik internet yang melewati jalur air tersebut.