Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi topik yang tidak disambut baik di sejumlah wisuda perguruan tinggi Amerika Serikat.
Para wisudawan bahkan mencemooh pembicara yang mengangkat tema tersebut.
>>> AS Kembali Hindari Tanggung Jawab Serangan ke Sekolah di Iran
Insiden terbaru terjadi di University of Arizona.
Mantan CEO Google Eric Schmidt mendapat cemoohan saat menyampaikan pidato di hadapan sekitar 10.000 wisudawan akhir pekan lalu.
"AI akan menyentuh setiap profesi, setiap ruang kelas, setiap rumah sakit, setiap laboratorium, setiap orang, dan setiap hubungan yang Anda miliki," kata Schmidt, seperti dikutip AP, Rabu (20/5/2026).
Cemoohan mulai terdengar dari penonton saat ia berbicara. "Saya tahu apa yang banyak dari Anda rasakan tentang itu.
Saya bisa mendengar Anda," respons Schmidt.
"Ada ketakutan di generasi Anda bahwa masa depan sudah ditulis, bahwa mesin datang, bahwa pekerjaan menguap... dan saya memahami ketakutan itu," lanjutnya.
Dianggap Tidak Peka
Olivia Malone, wisudawan University of Arizona yang akan melanjutkan ke sekolah hukum, menilai topik tersebut tidak peka. "Pidatonya sangat tidak menghormati mahasiswa," kata Malone (22).
"Kami sebagai mahasiswa dilarang menggunakan AI dan dihukum jika menggunakannya. Lalu pembicara kami adalah juara AI.
Ya sudah, OK?" sindirnya.
Respons serupa juga terjadi di kampus lain.
Real estate executive Gloria Caulfield mendapat cemoohan saat menyoroti AI dalam pidato di University of Central Florida bulan ini.
"Munculnya AI adalah revolusi industri berikutnya," kata Caulfield, yang merupakan wakil presiden aliansi strategis di Tavistock Development Company Orlando.
Saat cemoohan terdengar, ia terkejut dan bertanya, "Ada apa?" Ia kemudian meminta izin untuk menyelesaikan pidatonya.
"Hanya beberapa tahun lalu, AI bukan faktor dalam hidup kita," ujarnya, disambut sorakan. Namun saat ia mengatakan "kemampuan AI ada di genggaman tangan kita," cemoohan kembali terdengar.