unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Google Luncurkan Fitur Deteksi Gambar AI di Chrome dan Search

Google Luncurkan Fitur Deteksi Gambar AI di Chrome dan Search

Google Luncurkan Fitur Deteksi Gambar AI di Chrome dan Search
Deteksi Gambar AI Google Kini Hadir di Chrome dan Search
A A Ukuran Teks16px

Google resmi meluncurkan fitur deteksi gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) di browser Chrome dan mesin pencari Google Search.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengetahui apakah suatu gambar dibuat oleh AI atau bukan.

>>> Sony Gandeng TSMC, Kamera Smartphone 2027 Lebih Dingin dan Hemat Daya

IN2

Langkah ini diambil Google untuk meningkatkan transparansi informasi visual di internet. Dengan semakin maraknya konten sintetis, pengguna perlu alat yang andal untuk membedakan gambar asli dan buatan AI.

Cara Kerja Fitur Deteksi

Fitur ini bekerja dengan menambahkan metadata pada gambar yang dihasilkan oleh AI. Metadata tersebut akan terbaca oleh sistem Google saat gambar diunggah atau diakses melalui Chrome dan Search.

Google juga menggunakan teknik watermarking digital yang tidak kasat mata. Watermark ini akan tetap ada meskipun gambar telah diedit atau diubah ukurannya.

in2

Pengguna dapat melihat informasi asal-usul gambar melalui opsi "Tentang gambar ini" di Google Search. Di Chrome, informasi serupa akan muncul saat pengguna mengklik kanan pada gambar.

Dukungan dari Berbagai Platform AI

Fitur ini didukung oleh sejumlah platform pembuat gambar AI ternama. Google bekerja sama dengan perusahaan seperti OpenAI, Midjourney, dan Stability AI untuk menerapkan standar metadata yang seragam.

>>> Skullcandy Crusher ANC 2 Edisi Jae Tips: Gaya Retro Nintendo

Dengan kerja sama ini, gambar yang dihasilkan oleh alat-alat tersebut akan secara otomatis menyertakan label asal-usul. Hal ini memudahkan Google dalam mendeteksi dan menandai konten sintetis.

Google juga mendorong pengembang lain untuk mengadopsi standar metadata yang sama. Tujuannya agar ekosistem deteksi gambar AI dapat berjalan secara menyeluruh.

Fitur ini mulai tersedia secara bertahap untuk pengguna Chrome versi desktop dan mobile. Untuk Google Search, fitur ini sudah dapat diakses di sebagian besar wilayah.

Google berencana memperluas jangkauan fitur ini ke lebih banyak negara dalam waktu dekat. Perusahaan juga akan terus meningkatkan akurasi deteksi berdasarkan masukan pengguna.

>>> RedMagic Astra 2 Resmi Rilis Juni 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya!

Dengan adanya fitur ini, pengguna diharapkan lebih waspada terhadap konten visual yang menyesatkan. Google juga berharap dapat mengurangi penyebaran informasi palsu yang menggunakan gambar hasil AI.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru