Komandan Pasukan AS untuk Timur Tengah kembali menghindari tanggung jawab atas serangan terhadap sebuah sekolah di Iran yang menewaskan 155 orang pada hari pertama perang.
Ia bersikeras penyelidikan yang "kompleks" masih terus berlangsung.
>>> Starbucks Global Sebut Promosi 'Tank Day' di Korea Tidak Dapat Diterima
Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), mengatakan kepada panel pengawas Kongres bahwa "sekolah itu sendiri terletak di pangkalan rudal jelajah aktif IRGC," sehingga penyelidikan menjadi "lebih kompleks daripada serangan rata-rata."
IRGC adalah singkatan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Serangan itu menewaskan 73 anak laki-laki, 47 anak perempuan, 26 guru, tujuh orang tua, seorang sopir bus sekolah, dan satu orang dewasa lainnya di kota Minab pada 28 Februari, menurut media pemerintah Iran.
AS berulang kali menghindari mengakui tanggung jawab atas tragedi tersebut.
Cooper menjawab pertanyaan dari Anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR Adam Smith, seorang Demokrat, yang mengatakan bahwa "di masa lalu, ketika kami memiliki kesalahan seperti ini, mereka segera diakui, meskipun penyelidikan lebih lanjut diperlukan."
Cooper berjanji akan membagikan hasil penyelidikan setelah selesai. Smith menanggapi dengan mengatakan, "Jadi itu 'tidak'.
Kami tidak akan bertanggung jawab atas sesuatu yang jelas-jelas kami lakukan."
The New York Times sebelumnya melaporkan bahwa sekolah itu terkena rudal jelajah Tomahawk AS, senjata yang tidak dimiliki Iran.
>>> Putin Kunjungi China untuk Perkuat Hubungan, Xi Jaga Stabilitas dengan AS
CNN juga melaporkan bahwa AS bertanggung jawab atas serangan itu.
Presiden AS Donald Trump awalnya mengklaim bahwa Iran sendiri mungkin berada di balik serangan itu karena "mereka tidak memiliki akurasi sama sekali" dengan amunisi mereka.