Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan militer ke Iran.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli tercatat turun 3,01 dolar AS per barel atau setara 2,7 persen.
>>> 15 Link Download Twibbon Harkitnas 2026, Gratis dan Mudah Dipasang
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 1,38 dolar AS atau 1,3 persen.
Faktor Pendorong Penurunan Harga Minyak
Keputusan Trump menahan diri dari aksi militer langsung terhadap Iran meredakan kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Namun, langkah Trump yang memilih jalur diplomasi membuat sentimen risiko berkurang.
Analis menilai bahwa pasar minyak sangat sensitif terhadap konflik geopolitik di kawasan penghasil minyak utama. Setiap tanda de-eskalasi cenderung mendorong harga turun.
>>> Cara Beli Tiket The Weeknd Jakarta 2026: BCA Presale dan General Sale
Dampak pada Pasar Global
Penurunan harga minyak ini memberikan angin segar bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia. Namun, di sisi lain, negara eksportir seperti anggota OPEC+ menghadapi tekanan pendapatan.
Fluktuasi harga minyak juga mempengaruhi nilai tukar mata uang dan pasar saham global. Indeks saham di Asia dan Eropa sempat mencatat kenaikan tipis seiring meredanya ketegangan.
Meski demikian, para pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan eskalasi baru. Situasi di Timur Tengah masih dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Keputusan Trump menunda serangan ke Iran menjadi pengingat bahwa faktor geopolitik masih menjadi variabel utama dalam pergerakan harga minyak dunia.
>>> Cara Nonton Badminton Malaysia Masters 2026 di TV & Streaming
Investor disarankan untuk terus memonitor perkembangan terkait.