Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan serangan militer ke Iran yang direncanakan pada Selasa (19/5/2026).
Keputusan ini diambil karena negosiasi serius tengah berlangsung.
>>> Musk Kalah Gugatan terhadap OpenAI, Juri Nyatakan Terlambat
Trump menyatakan hal tersebut melalui unggahan di media sosial pada Senin (18/5/2026). Sebelumnya, ia telah mengancam bahwa waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan semakin menipis.
Trump tidak memberikan rincian mengenai serangan yang direncanakan.
Namun, ia menginstruksikan militer AS untuk bersiap melancarkan serangan skala besar penuh terhadap Iran sewaktu-waktu jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai.
Sebelumnya, Trump belum pernah mengungkapkan rencana serangan pada 19 Mei. Namun, akhir pekan lalu ia memperingatkan bahwa waktu Iran hampir habis dan mereka harus bergerak cepat.
Selama beberapa pekan terakhir, Trump terus mengancam akan mengakhiri gencatan senjata yang disepakati pada pertengahan April jika Iran tidak membuat kesepakatan.
>>> Kevin Warsh Resmi Dilantik sebagai Ketua Fed Jumat Ini
Parameter untuk mencapai kesepakatan pun terus berubah.
Trump mengatakan pembatalan serangan dilakukan atas permintaan sekutu di Timur Tengah, termasuk pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Ini bukan pertama kalinya Trump menetapkan tenggat waktu bagi Teheran lalu mundur.
Dalam beberapa hari terakhir, ia juga berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden China Xi Jinping mengenai perang Iran.
Trump telah berulang kali menetapkan tenggat waktu bagi Teheran dan kemudian mundur.
>>> Keluarga Korban Tolak Pembunuhan Kacab Bank Disebut Tak Berencana
Dalam beberapa hari terakhir, ia juga berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden China Xi Jinping mengenai perang Iran.