unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Batalkan Serangan ke Iran Demi Negosiasi Serius

Trump Batalkan Serangan ke Iran Demi Negosiasi Serius

Trump Batalkan Serangan ke Iran Demi Negosiasi Serius
Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan ke Iran
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer ke Iran yang dijadwalkan pada Selasa (19/5/2026).

Keputusan ini diambil karena adanya negosiasi serius yang sedang berlangsung.

>>> Trump Batalkan Serangan ke Iran Atas Permintaan Sekutu Teluk

IN2

Trump menyampaikan hal tersebut melalui unggahan di media sosial pada Senin waktu setempat. Sebelumnya, ia telah mengancam bahwa waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan semakin menipis.

Dalam pernyataannya, Trump tidak memberikan rincian mengenai serangan yang direncanakan.

Namun, ia menegaskan telah memerintahkan militer AS untuk bersiap melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sewaktu-waktu jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai.

in2

Trump sebelumnya tidak pernah mengungkapkan rencana serangan pada 19 Mei. Namun, akhir pekan lalu ia memperingatkan bahwa waktu Iran hampir habis dan mereka harus bergerak cepat.

Selama beberapa pekan terakhir, Trump terus mengancam akan mengakhiri gencatan senjata yang disepakati pada pertengahan April jika Iran tidak menyetujui kesepakatan.

>>> Musk Kalah Gugatan terhadap OpenAI, Juri Nyatakan Terlambat

Parameter untuk mencapai kesepakatan pun terus berubah.

Trump menyebut pembatalan serangan ini dilakukan atas permintaan sekutu di Timur Tengah, termasuk pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Ini bukan pertama kalinya Trump menetapkan tenggat waktu bagi Teheran lalu mundur.

Dalam beberapa hari terakhir, ia juga berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden China Xi Jinping mengenai perang Iran.

Gencatan senjata yang disepakati pada pertengahan April menjadi dasar ancaman Trump selama berminggu-minggu bahwa kesepakatan harus segera dicapai atau pertempuran akan kembali berkobar.

>>> Kevin Warsh Resmi Dilantik sebagai Ketua Fed Jumat Ini

Parameter untuk mencapai kesepakatan pun terus berubah seiring waktu.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru