Pemerintah Thailand semakin gencar mempromosikan negaranya sebagai lokasi syuting film dan serial asing. Langkah ini diambil setelah mereka merasakan dampak positif dari The White Lotus Season 3.
Serial populer HBO yang tayang pada 2025 itu mengambil latar di Thailand dan melibatkan aktor lokal, termasuk Lisa BLACKPINK.
>>> Tiket Westlife di GBK Ludes dalam Satu Jam, VIP Habis 5 Menit
Dampak Ekonomi The White Lotus
Selama syuting 129 hari, serial tersebut menghabiskan US$36,5 juta atau setara Rp645 miliar. Produksinya juga melibatkan 1.000 anggota kru Thailand.
Setelah tayang, pemesanan perjalanan ke Thailand melonjak 300 persen. Pencarian online tentang negara itu juga meningkat 88 persen.
Kesuksesan ini mendorong Thailand untuk lebih aktif menarik produksi asing. Departemen Promosi Perdagangan Internasional Thailand (DITP) pun terbang ke Cannes Film Market 2026.
Di ajang tersebut, Thailand menawarkan rabat tunai 30 persen bagi proyek yang syuting di negaranya. Tawaran ini tanpa syarat harus memasukkan konten Thailand dalam karya.
DITP membawa 15 perusahaan Thailand ke Cannes dan memperkenalkan slogan "Reimagining Thailand". Kampanye ini dirancang untuk mengundang produser asing.
Dalam dua hari promosi, Thailand sudah mengamankan kesepakatan kerja sama senilai 500 juta baht atau Rp269 miliar.
Jumlah itu mencapai 35 persen dari target 1,4 miliar baht selama festival.
Pemerintah Thailand juga menggelontorkan 220 juta baht atau Rp118 miliar untuk mendanai 86 produksi lokal. Langkah ini bagian dari strategi mengembangkan sinema dalam negeri.
>>> Total War: Warhammer III Rilis Bhashiva, Diskon Gila 85%!
"Kami bekerja sangat erat antara industri film dan hiburan Thailand serta lembaga pemerintah," ujar Sunanta Kangvalkulkij, Dirjen DITP.
