PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) menegaskan kesiapan mempercepat ekspansi bisnis keamanan siber. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan digital nasional.
Perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Seluruh agenda yang diajukan disetujui pemegang saham.
>>> iPhone 17 Series Dominasi Penjualan Global Q1 2026, Galaxy S26 Ultra Tak Masuk 10 Besar
Agenda tersebut meliputi pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025. Juga penggunaan laba bersih dan laporan realisasi dana IPO serta Waran Seri I.
Laba Ditahan untuk Ekspansi
ITSEC Asia mencatat laba bersih Rp68,35 miliar sepanjang tahun buku 2025. Perseroan menetapkan dana cadangan wajib Rp100 juta.
Sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat operasional dan pengembangan bisnis. Karena fokus pada ekspansi, perusahaan tidak membagikan dividen tahun buku 2025.
Seluruh dana IPO senilai Rp92,18 miliar telah direalisasikan sepenuhnya. Dana hasil konversi Waran Seri I yang terealisasi mencapai Rp90,75 miliar.
Sisa dana waran Rp14,83 miliar akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan penguatan kapabilitas perusahaan.
Perkuat Layanan Keamanan Siber
Di tengah percepatan transformasi digital nasional, ITSEC Asia melihat lonjakan kebutuhan keamanan siber. Kebutuhan ini meliputi sektor pemerintahan, jasa keuangan, infrastruktur kritikal, hingga enterprise.
>>> Realme Buds Air 8 Pro Resmi di India, Audio Hi-Res dan Baterai 50 Jam
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan memperkuat layanan cyber resilience dan managed security services. Juga mengembangkan solusi keamanan berbasis AI yang adaptif terhadap ancaman digital terbaru.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, mengatakan penguatan struktur organisasi menjadi langkah strategis. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan menjawab kompleksitas industri keamanan siber.
“Industri keamanan siber kini memasuki fase yang semakin strategis bagi keberlanjutan bisnis dan ketahanan nasional,” ujar Patrick dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menambahkan, penguatan organisasi bukan hanya tentang pertumbuhan perusahaan. Tapi juga memastikan struktur, kapabilitas, dan kepemimpinan yang tepat untuk menjawab kebutuhan pasar yang berkembang cepat.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem keamanan digital.
Dalam RUPST tersebut, seluruh dana hasil IPO senilai Rp92,18 miliar telah direalisasikan sepenuhnya hingga akhir tahun buku 2025 sesuai rencana penggunaan dana.
>>> Spesifikasi Oppo Pad 6 Resmi Dikonfirmasi Sebelum Peluncuran
Sementara dana hasil konversi Waran Seri I yang telah terealisasi mencapai Rp90,75 miliar, dengan sisa dana Rp14,83 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan penguatan kapabilitas perusahaan.