unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Harga RAM DDR5 Berpotensi Turun Berkat Chip China

Harga RAM DDR5 Berpotensi Turun Berkat Chip China

Harga RAM DDR5 Berpotensi Turun Berkat Chip China
Harga RAM DDR5 Berpotensi Turun Berkat Chip China
A A Ukuran Teks16px

Harga RAM DDR5 diperkirakan akan mengalami penurunan dalam waktu dekat. Hal ini dipicu oleh masuknya produsen chip memori asal China ke pasar global.

Selama ini, pasokan DRAM DDR5 didominasi oleh tiga perusahaan besar: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Dominasi tersebut membuat harga cenderung stabil atau bahkan tinggi.

>>> Phil Collins Tolak Tampil di Rock and Roll Hall of Fame 2026

IN2

Produsen China Mulai Produksi Massal

Beberapa perusahaan semikonduktor China dilaporkan telah memulai produksi massal chip DRAM DDR5. Langkah ini menjadi ancaman bagi para pemain lama.

Dengan adanya pemain baru, persaingan harga diprediksi semakin ketat. Konsumen pun bisa mendapatkan RAM dengan harga lebih terjangkau.

Meski demikian, kualitas chip buatan China masih menjadi tanda tanya. Namun, sejumlah pengujian awal menunjukkan performa yang cukup kompetitif.

in2

Dampak pada Pasar Global

Jika produksi massal berjalan lancar, harga RAM DDR5 bisa turun hingga 20-30 persen. Hal ini tentu kabar baik bagi para gamer dan pengguna PC.

Penurunan harga juga bisa mempercepat adopsi DDR5 di berbagai segmen. Saat ini, banyak pengguna masih bertahan dengan DDR4 karena faktor biaya.

Namun, perlu diingat bahwa produksi chip memori membutuhkan investasi besar. Tidak semua produsen China mampu bersaing dalam jangka panjang.

Selain itu, isu hak kekayaan intelektual dan sanksi dagang masih membayangi. Amerika Serikat misalnya, telah memberlakukan pembatasan ekspor teknologi ke China.

Meskipun begitu, kehadiran chip China tetap menjadi angin segar bagi pasar RAM. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang lebih kompetitif.

>>> Perbandingan Motorola Moto G37 Power vs Samsung Galaxy M17, Pilih Mana?

Para analis memperkirakan tren penurunan harga akan berlangsung hingga akhir tahun. Namun, hal ini tergantung pada stabilitas produksi dan permintaan pasar.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru