unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Buku Buatan AI Mulai Dijual, Langkah Barnes & Noble Dikritik

Buku Buatan AI Mulai Dijual, Langkah Barnes & Noble Dikritik

Buku Buatan AI Mulai Dijual, Langkah Barnes & Noble Dikritik
Buku Buatan AI Mulai Dijual, Langkah Barnes & Noble Dikritik
A A Ukuran Teks16px

CEO Barnes & Noble, James Daunt, menyatakan pihaknya tidak keberatan menjual buku yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI). Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan NBC News dan langsung memicu perdebatan.

Daunt menegaskan dirinya bersedia menjual buku tersebut asalkan memiliki kualitas dan pembaca menginginkannya. Namun, ia juga mensyaratkan transparansi label produk agar konsumen tidak merasa tertipu.

>>> Unreal Engine 6 Debut di Rocket League, Game Pertama yang Pakai Mesin Baru

IN2

Kritik terhadap Kebijakan Pelabelan

Banyak pihak menilai kebijakan pelabelan ini tidak cukup. Teknologi AI generatif melatih algoritmanya menggunakan karya berhak cipta milik penulis manusia tanpa izin atau kompensasi.

Tindakan itu dinilai sangat mirip dengan pencurian karya intelektual secara digital. Selain itu, kehadiran buku AI berpotensi menggeser ruang fisik rak buku yang terbatas.

Setiap kali satu buku hasil AI dipajang, satu buku karya penulis asli akan tersingkir dari persaingan pasar.

in2

Barnes & Noble merupakan jaringan toko buku terbesar di AS yang menjadi kiblat industri.

>>> Lenovo Lecoo Bellator Zhan 25Q: Monitor Gaming 280Hz Hanya Rp2 Jutaan

Keputusan mereka tentu akan memengaruhi kebijakan toko retail buku lainnya secara global. Daunt bahkan mengakui bahwa Barnes & Noble mungkin sudah menjual buku-buku tersebut tanpa disadari.

Pengakuan ini menunjukkan lemahnya sistem penyaringan buku dan menjadi alarm bahaya bagi industri literasi. Menulis buku membutuhkan pengalaman hidup, emosi, dan proses kreatif yang memakan waktu berbulan-bulan.

Sebaliknya, AI hanya menyalin data yang sudah ada tanpa memiliki jiwa seni dan keunikan emosional.

>>> Sinopsis 5 Episode Masha and the Bear yang Tak Terlupakan

Industri penerbitan global kini menghadapi tantangan baru yang sangat serius terkait etika dan keberlanjutan kreativitas manusia.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru