Riset terbaru dari konsorsium global mendeteksi bias agama pada model AI populer seperti Grok, ChatGPT, dan Gemini.
Studi dari CEFE-AI mengungkap bahwa teknologi kecerdasan buatan modern cenderung mengabaikan perspektif spiritualitas.
>>> Jennie BLACKPINK Curi Perhatian dengan 'Aura Tak Tertandingi' di Acara Chanel
Sistem ini kerap mengarahkan pengguna secara halus ke keyakinan tertentu.
AllFaith Benchmark Ungkap Kesenjangan
Peneliti dari Brigham Young University dan institusi mitra mengembangkan AllFaith Benchmark untuk menguji 14 model AI ternama.
Mereka menemukan kesenjangan besar antara ekspektasi pengguna dan respons mesin.
Mayoritas masyarakat dunia mengharapkan jawaban berbasis etika yang menghargai nilai spiritualitas.
Namun, sistem AI justru gagal menyajikan perspektif tersebut secara berimbang.
Dominasi Satu Sisi dalam Algoritma
Studi menemukan bahwa model tertentu menunjukkan keberpihakan kuat terhadap Katolik dan Protestan.
>>> Vivo S60 Segera Rilis: Chipset Snapdragon 8s Gen 3 dan Tiga Kamera 50 MP
Sebaliknya, model tersebut memberikan respons negatif terhadap Saksi Yehuwa, Baha'i, dan Hindu.
Grok buatan xAI menunjukkan penyimpangan paling ekstrem dalam pengujian ini.
Sementara itu, model dari Anthropic dan Meta menunjukkan tingkat netralitas terbaik.
Celah Riset yang Besar
Dari 12.000 makalah ilmiah terkait diskriminasi teknologi, hanya 0,2 persen yang membahas aspek kepercayaan.
Fakta ini menunjukkan adanya celah riset yang sangat besar di industri teknologi global.
>>> 5 Rekomendasi Film Baru di Bioskop Temani Libur Iduladha 2026
Para pengembang teknologi harus segera bertindak untuk meminimalkan bias agama pada AI.