Kekuatan genggaman juga dikaitkan dengan risiko diabetes.
Tim peneliti yang dipimpin Profesor Choi Eun-young di Rumah Sakit Universitas Dankook menganalisis data kesehatan dari 9.190 orang dewasa Korea dan menemukan bahwa orang dengan gangguan glukosa puasa memiliki kekuatan genggaman lebih rendah dibandingkan mereka yang kadar gula darahnya normal.
Temuan ini menunjukkan bahwa orang dengan kekuatan genggaman lemah harus memberi perhatian khusus pada pengelolaan kadar gula darah.
Kekuatan genggaman yang lemah juga dikaitkan dengan demensia.
Orang dapat meningkatkan kekuatan genggaman dengan rutin menggunakan hand gripper. Latihannya sederhana: remas dan lepaskan alat secara berulang dengan satu tangan.
Penting untuk menghindari menegangkan leher dan bahu saat melakukannya.
Latihan efektif lainnya termasuk dumbbell, push-up, serta meremas atau memutar bola karet dengan kedua tangan.
>>> Fenomena 'Chungju Man': Dukungan Publik untuk PNS yang Berhenti Demi Jadi YouTuber
Bagi individu dengan kekuatan genggaman jauh di bawah rata-rata, membangun kekuatan tubuh secara keseluruhan terlebih dahulu melalui latihan seperti plank dan squat mungkin lebih bermanfaat sebelum fokus pada latihan genggaman.