Nvidia akhirnya memasuki pasar chip konsumen dengan merilis RTX Spark di ajang Computex 2026. Chipset ini menggabungkan CPU ARM dan GPU RTX dalam satu paket.
RTX Spark mengusung CPU Nvidia Grace dengan hingga 20 core dan GPU Nvidia Blackwell dengan 6.144 core CUDA.
>>> Prototipe Pixel Watch 5 Ditemukan di Dasar Laut Atlantik
Chip ini juga didukung memori LPDDR5X terpadu hingga 128GB.
Prosesor ini merupakan turunan dari chip GB10 yang digunakan di platform DGX Spark, yaitu mini-PC enterprise berbasis Ubuntu Linux.
GPU yang digunakan setara dengan RTX 5070 non-Ti.
Fokus pada AI Lokal
Meskipun cocok untuk gaming dan konten kreator, CEO Nvidia Jensen Huang menekankan bahwa RTX Spark dirancang untuk menjalankan agen AI secara lokal.
>>> AS Perluas Pembatasan Chip AI ke Seluruh Dunia, Begini Dampaknya bagi China
Agen AI membutuhkan daya komputasi tinggi dan memori besar, yang dipenuhi oleh RAM 128GB.
Chip ini menyasar laptop tipis bertenaga tinggi yang akan hadir pada musim gugur 2026. Nvidia telah bermitra dengan Acer, Asus, Dell, Gigabyte, HP, Lenovo, MSI, dan Microsoft.
Microsoft disebut akan merilis laptop paling bertenaganya, Surface Laptop Ultra, dengan SoC ini. Harga produk belum diumumkan, namun diprediksi mahal.
>>> Microsoft Resmi Luncurkan Surface Laptop Ultra dengan NVIDIA RTX Spark dan Layar Tercerah
Sebagai gambaran, Nvidia DGX Spark dibanderol antara $3.500 hingga $4.700 dengan konfigurasi RAM hingga 128GB. Ditambah laptop premium dengan layar OLED, total biaya bisa sangat tinggi.
