unique visitors counter
⌂ Beranda News Ludahi Birahi: Pelecehan Agama oleh Ekstremis Yahudi di Yerusalem Kian Rutin

Ludahi Birahi: Pelecehan Agama oleh Ekstremis Yahudi di Yerusalem Kian Rutin

Ludahi Birahi: Pelecehan Agama oleh Ekstremis Yahudi di Yerusalem Kian Rutin
Ludahi Birahi: Pelecehan Agama oleh Ekstremis Yahudi di Yerusalem Kian Rutin
A A Ukuran Teks16px

Kota Tua Yerusalem, rumah bagi situs suci tiga agama, semakin diwarnai ketegangan. Tindakan permusuhan terhadap komunitas lain mencapai tingkat berbahaya seiring pengaruh kelompok ekstremis Yahudi yang tumbuh.

Pemerintah Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu, yang mencakup partai sayap kanan, dinilai memberikan penerimaan diam-diam dan dorongan. Hal ini mengancam situs suci tiga agama.

>>> 8.095 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan di Jakarta, Senayan Jadi Prioritas

Pelecehan terhadap Umat Kristen

Menurut kelompok sipil Israel Religious Freedom Data Center (RFDC), 83 kasus pelecehan terhadap umat Kristen dilaporkan dari April hingga Juni tahun ini.

Kasus meludah mendominasi dengan 47 kejadian, disusul delapan kasus pelecehan verbal.

Saat reporter Hankook Ilbo mendampingi para biarawati pulang melalui Kota Tua pada 4 Agustus, seorang remaja Yahudi meludah ke arah mereka.

Seorang biarawati asal Afrika mengatakan, "Setelah seorang biarawati Prancis diserang pada April, semua orang menjadi cemas, jadi relawan mulai mendampingi kami."

Pelecehan ini dipandang sebagai ekspresi permusuhan terhadap Kristen.

Ekstremis Yahudi yang mempelajari penganiayaan historis Yahudi tanpa pendidikan memadai tentang Kristen, serta remaja yang meniru mereka, menjadi pelaku utama.

Lima dari enam pria Yahudi yang melempar batu ke biarawati Rusia di dalam gedung biara di Kuartal Armenia pada 2 Agustus masih di bawah umur.

Gereja-gereja, khawatir menjadi sasaran, bahkan berusaha meminimalkan visibilitas salib.

Tekanan di Masjid Al-Aqsa dan Yahudi Sekuler

Masjid Al-Aqsa, salah satu situs tersuci Islam, menghadapi tekanan serupa.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, politisi sayap kanan, memasuki kompleks masjid bulan lalu dengan ratusan orang Yahudi dan ikut serta dalam doa Yahudi.

Situs itu dikelola oleh wakaf Islam di bawah pengawasan Yordania, dan doa non-Muslim dilarang berdasarkan status quo.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot