unique visitors counter
⌂ Beranda News 8.095 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan di Jakarta, Senayan Jadi Prioritas

8.095 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan di Jakarta, Senayan Jadi Prioritas

8.095 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan di Jakarta, Senayan Jadi Prioritas
A A Ukuran Teks16px

Polda Metro Jaya menyiagakan ribuan personel gabungan untuk mengamankan sejumlah kegiatan masyarakat di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

>>> 15 Agustus 2026: Ganjil Genap Puncak Bogor Libur, One Way Masih Aktif

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pola pengamanan disesuaikan dengan karakteristik kegiatan dan potensi kerawanan di masing-masing lokasi.

“Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel untuk memberikan pelayanan dan pengamanan.

Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat, 14 Agustus 2026.

Sejumlah agenda yang menjadi perhatian pengamanan antara lain kegiatan di kawasan Senayan, RI Fest di Gambir, Jambore Nasional Pramuka di Jakarta Timur, hingga beberapa aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Senayan Jadi Titik Fokus dengan 8.095 Personel

Khusus untuk pengamanan kegiatan di kawasan Senayan, Polda Metro Jaya mengerahkan 8.095 personel gabungan.

>>> Emas Perhiasan Melemah di Sabtu 15 Agustus 2026, Termurah Rp431 Ribu

Kekuatan tersebut terdiri atas 800 personel Mabes Polri, 4.230 personel Polda Metro Jaya, 1.163 personel polres jajaran, 1.850 personel TNI, dan 52 personel Pemprov DKI Jakarta.

Sebanyak 52 personel dari unsur pemerintah daerah tersebut berasal dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan pemadam kebakaran.

Seluruh unsur akan bekerja secara terpadu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama kegiatan berlangsung.

Budi menjelaskan, pengamanan dilakukan melalui langkah preemtif dan preventif.

Jika kondisi di lapangan mengharuskan adanya tindakan penegakan hukum, polisi akan mengambil langkah sesuai situasi dan ketentuan yang berlaku.

>>> Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Berdoa di Kuil Yasukuni yang Kontroversial

Dalam pelaksanaan tugas, personel yang diterjunkan juga diarahkan tidak membawa senjata api. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal kegiatan masyarakat.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot