Nvidia baru saja mengumumkan CPU ARM terbaru bernama Vera. Prosesor ini diklaim memiliki performa rata-rata 1,8 kali lebih cepat dibandingkan CPU x86 terkemuka di pasaran.
Vera merupakan bagian dari platform Vera Rubin yang juga mencakup GPU Rubin.
>>> Microsoft Surface Laptop Ultra dengan Nvidia RTX Spark Hadir Musim Gugur Ini
CPU ini memiliki 88 core Olympus berbasis ARM dengan Spatial Multithreading, sehingga mampu menangani 176 thread per soket.
Vera dapat dipasangkan dengan RAM LPDDR5X hingga 1,5 TB. Bandwidth yang dihasilkan mencapai 1,2 TB/s, yang sangat penting untuk inferensi AI.
CPU ini dapat digunakan secara standalone untuk beban kerja AI agen, reinforcement learning, pemrosesan data, dan analitik.
Nvidia juga merancang rak khusus Vera CPU Rack yang menampung 256 CPU, setara dengan 22.528 core dan 45.056 thread.
Selain itu, Vera bisa menjadi host CPU yang bekerja sama dengan GPU Rubin.
>>> Xiaomi Luncurkan Mijia AC GentleAir dengan Tiga Mode Aliran Udara
Contohnya, Nvidia Vera Rubin NVL72 menggabungkan 36 CPU Vera dan 72 GPU Rubin dengan interkoneksi NVLink-C2C berkecepatan 1,8 TB/s.
Nvidia telah mengamankan pelanggan utama seperti Anthropic (Claude), OpenAI (ChatGPT), dan SpaceXAI (Grok). Hyperscaler seperti ByteDance, CoreWeave, dan Oracle Cloud Infrastructure juga akan menggunakan Vera.
Beberapa vendor seperti Dell, HP, Lenovo, dan Supermicro akan membangun sistem CPU Vera standalone. Asus, Compal, Foxconn, Gigabyte, Pegatron, Quanta Cloud Technology, Wistron, dan Wiwynn juga turut serta.
Bursa Efek New York (NYSE) juga tertarik.
>>> Huawei Resmi Luncurkan Router X1 Pro Gaming Edition dengan Wi-Fi 7+
NYSE memproses 1,1 triliun pesan per hari dan bekerja sama dengan Redpanda serta HP untuk membangun infrastruktur baru.