Harga versi OLED Steam Deck kini mencapai sekitar Rp12 jutaan, naik signifikan dari sebelumnya Rp8 jutaan. Kenaikan ini memicu perdebatan sengit di kalangan gamer.
Di Reddit, sebuah thread tentang nasib Steam Deck menarik ratusan komentar dalam waktu singkat.
>>> Xiaomi Rilis Power Bank 20.000mAh 22,5W dengan Kabel USB-C Terintegrasi
Pembuat thread menyoroti bahwa daya tarik utama Steam Deck dulu adalah nilai untuk uang yang ditawarkan.
Reaksi Komunitas Terbelah
Pemilik yang sudah memiliki perangkat cenderung melihat Steam Deck tetap layak pakai. Mereka menilai katalog game yang luas, integrasi Steam, dan komunitas mod masih menjadi kelebihan.
Sementara itu, calon pembeli melihat situasi berbeda. Setelah kenaikan harga, daya tarik utama Steam Deck sebagai pilihan bernilai semakin tergerus.
Banyak komentar menyebut perangkat mulai terasa kurang kompetitif dibandingkan handheld baru lain yang lebih kuat.
Pesaing Semakin Tangguh
Sejumlah handheld dari produsen lain kini menawarkan performa lebih tinggi. Di antaranya adalah Asus ROG Ally X dan Lenovo Legion Go.
>>> Potongan Sadis Dracula 1958 Ditemukan Setelah Dianggap Hilang
Kedua perangkat tersebut disebut-sebut sebagai alternatif jika pengguna mengutamakan kekuatan hardware. Perbandingan ini membuat calon pembeli harus mempertimbangkan kebutuhan mereka sendiri.
Jika prioritasnya kinerja mentah, pilihan lain mungkin lebih menggoda. Jika yang dicari adalah ekosistem Steam dan kemudahan mod, Steam Deck masih punya poin lebih.
Model standar Steam Deck tidak lagi rutin dijual sebagai unit baru oleh Valve.
Untuk pembeli yang mengejar rasio harga terhadap performa, perubahan harga bisa membuat Steam Deck kehilangan keunggulan.
>>> Lampu Jalan Melayang di Trailer GTA 6, Fans Justru Senang
Valve harus menimbang apakah model lain atau penyesuaian harga diperlukan untuk menjaga basis pengguna.