Di pegunungan, tren ini menyatu dengan booming pendakian di kalangan pekerja kantoran muda. Kegiatan bersih-bersih saat mendaki, kadang disebut 'mountain plogging', mengajak peserta mendaki gunung di sekitar kota.
>>> Busan Luncurkan Pusat Informasi Online untuk Lindungi dan Pandu Penggemar BTS
Merek outdoor seperti The North Face, Black Yak, dan K2 membagikan 'paket bersih' yang berisi kantong sampah, sarung tangan, dan penjepit.
Mereka memposisikan diri sebagai mitra dalam aksi lingkungan akar rumput.
Park, 32, penggemar outdoor di Seoul yang mengikuti acara bersih-bersih di Gunung Bulam pada Hari Pohon, mengatakan, "Dengan plogging, kaki saya lebih terasa terbakar, dan rasanya senang melihat kantong sampah terisi.
Ini memuaskan sekaligus memilukan. Saya cinta gunung, jadi saya harap ada lebih banyak acara seperti ini."
Gerakan membungkuk berulang kali untuk memungut sampah dan berdiri kembali menyerupai gerakan squat. Ini menambah latihan kekuatan tubuh bagian bawah pada manfaat aerobik dari hiking.
Dari Tren Menjadi Arus Utama
Bagi banyak anak muda Korea, plogging sejalan dengan tren yang lebih luas yang sering disebut 'climate sensibility' atau kepekaan iklim.
Istilah ini menjadi kata kunci tren konsumen 2025 yang menggambarkan merancang seluruh gaya hidup dengan mempertimbangkan iklim.
Istilah populer lainnya, 'MZeco', merujuk pada konsumen generasi MZ yang memperlakukan nilai lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas mereka.
Mereka percaya baik perusahaan maupun individu berbagi tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah iklim.
Hal ini membantu membawa plogging ke arus utama budaya dan politik.
Peritel fesyen, merek global, dan pemerintah daerah menggelar lari bersih-bersih sebagai bagian dari program lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) mereka.
Menjelang pembukaan toko andalan di pusat Seoul, Uniqlo mengundang karyawan, influencer, dan warga untuk bergabung dalam acara plogging di sekitar distrik perbelanjaan Myeong-dong.
>>> Layanan Feri Hangang Bus Seoul Perluas Rute untuk Pengunjung Pameran Taman
Selama musim pemilu baru-baru ini, beberapa calon lokal mengganti pengeras suara dan truk kampanye dengan kantong sampah, berjalan melalui lingkungan sambil memungut sampah dan mendengarkan keluhan pemilih.