Bae Han-sung, pemilik restoran seolleongtang Cheongpungok Seolleongtang di Gangbuk District, Seoul, mengaku pujian terbaik yang bisa didapat adalah rasa yang konsisten.
Menurut Bae, rasa itu subjektif. Namun konsistensi adalah hal yang bisa ia kendalikan.
>>> Rev. Billy Kim Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Soongsil University
Pria berusia 51 tahun ini memiliki latar belakang teknik sipil dan lingkungan. Ia memulai karier sebagai insinyur di perusahaan konstruksi pada usia 25 tahun.
Selama 15 tahun, ia bekerja di tiga perusahaan berbeda dan naik jabatan. Namun pada 2015, ia memutuskan keluar.
Bae ingin memegang kendali atas pekerjaannya sendiri. Ia lelah melihat kerja keras timnya diabaikan oleh atasan.
Keputusan meninggalkan pekerjaan tetap tidak mudah, apalagi dengan dua anak perempuan. Namun istrinya yang juga bekerja mendukungnya.
Dunia luar ternyata jauh lebih keras dari dugaannya. Usaha pertamanya, perusahaan aksesori, gagal.
Usaha kedua, rintisan perjalanan, juga bangkrut.
Kegagalan beruntun itu berdampak berat secara emosional. Selama setahun, ia bekerja siang di pabrik plastik dan malam di pabrik pangsit untuk menghidupi keluarga.
Masuk ke Bisnis Restoran
Masuknya Bae ke bisnis restoran terjadi secara kebetulan. Seorang kenalan bertanya apakah ia pernah berpikir menjalankan restoran.
Bae pergi ke perpustakaan dan membaca lebih dari 50 buku tentang restoran, bisnis, dan rintisan. Ia mengambil alih sebuah restoran Korea dan mengelolanya selama dua tahun.
Namun pemilik gedung menolak memperpanjang sewa, sehingga ia harus tutup. Pengalaman itu meyakinkannya bahwa bisnis restoran cocok untuknya.
Untuk usaha berikutnya, ia memilih kembali ke layanan makanan, kali ini fokus pada seolleongtang, sup tulang sapi tradisional Korea.
>>> Fenomena Gaun Babydoll: Antara Tren Mode dan Kontroversi
