Korea Heritage Service dan Komisi Nasional UNESCO untuk Korea memaparkan temuan riset bersama pada Selasa, yang mengkaji bagaimana situs warisan budaya terkait dengan memori dan konflik.
Pemaparan tersebut digelar di sela Sidang Komite Warisan Dunia ke-48 di BEXCO, Busan.
>>> Korea Gaet Investor Global untuk Ciptakan Startup Pariwisata Unicorn
Acara bertema "Mengungkap Masa Lalu Bersama dan Membentuk Masa Depan Bersama" ini dihadiri sekitar 100 peserta, termasuk delegasi nasional Komite Warisan Dunia, perwakilan UNESCO, tenaga ahli, dan akademisi warisan internasional.
Riset Transnasional
Proyek Riset Internasional Bersama tentang Warisan Transnasional diluncurkan pada 2024.
Korea Heritage Service dan Komisi Nasional UNESCO Korea berkolaborasi dengan pakar global untuk mempelajari sejarah lintas batas, memori kolektif, serta dinamika konflik dan rekonsiliasi.
Lynn Meskell, profesor dari University of Pennsylvania, membuka sesi dengan paparan berjudul "Mempersenjatai Warisan dalam Konflik Abad 21."
Ia menganalisis bagaimana situs warisan digunakan sebagai alat strategis dalam diplomasi, keamanan, dan sengketa global, serta merumuskan kerangka perlindungan warisan ke depan.
>>> Busan Luncurkan Festival Budaya Malam yang Diperluas untuk Dorong Wisata Malam
Yujie Zhu, profesor dari Australian National University, menyampaikan materi tentang jaringan warisan transnasional.
Ia mengeksplorasi bagaimana museum dapat menjembatani memori yang terfragmentasi dan upaya rekonsiliasi lintas batas, terutama terkait memori perang, migrasi paksa, dan trauma sejarah.
Laurajane Smith, pendiri Association of Critical Heritage Studies, memoderasi diskusi panel setelah presentasi.
Choi Jae-heon, presiden komite ICOMOS Korea—badan penasihat UNESCO—turut serta dalam panel untuk menyoroti peran warisan transnasional dalam membentuk kebijakan Warisan Dunia dan mendorong kerja sama internasional.
>>> Wisatawan Asing Mulai Beralih ke Gunung dan Lokasi Syuting di Seoul
Korea Heritage Service menyatakan akan memperdalam kolaborasi dengan akademisi dan lembaga global, memperkuat kepemimpinan Korea dalam komunitas Warisan Dunia.

