unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Warga Miskin di Pemukiman Jjokbang Incheon Berbagi Selama 18 Tahun

Warga Miskin di Pemukiman Jjokbang Incheon Berbagi Selama 18 Tahun

Warga Miskin di Pemukiman Jjokbang Incheon Berbagi Selama 18 Tahun
Warga jjokbang Incheon mengumpulkan donasi
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Kim Jeong-nam (89) adalah salah satu dari tiga warga pemukiman jjokbang di Bukseong-dong 1-ga, Incheon, yang telah menghabiskan sekitar 50 tahun untuk berbagi dengan sesama.

Bersama Kim Eun-im (83) dan Yoon Jeong-sim (60), mereka mengumpulkan koin dan uang receh sedikit demi sedikit setiap tahun untuk disumbangkan kepada tetangga yang dianggap lebih membutuhkan.

>>> Empat Dataran Lumpur Tambahan Mendekati Status Warisan Dunia UNESCO

alt top

Meskipun jumlahnya kecil dibandingkan donasi besar, mereka bangga dengan catatan berbagi yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Pemukiman kumuh ini terbentuk setelah Perang Korea, ketika orang-orang dari seluruh negeri datang ke Incheon mencari pekerjaan.

Di Bukseong-dong, rumah-rumah rendah dua lantai berdiri rapat dengan dinding tipis yang hampir bersentuhan.

alt mid

Dulunya lebih dari 20 rumah tangga tinggal di sana, kini tersisa 14, sebagian besar penerima bantuan hidup dasar.

Donasi Kecil Terkumpul 30 Juta Won

Gerakan ini dimulai pada 2008 atas saran seorang warga Desa Gwaengiburi, area jjokbang di Manseok-dong, Incheon.

Lee Jun-mo, ketua dewan amal Incheon Naeil-eul Yeoneun Jip, mengatakan kampanye dimulai ketika seorang warga keberatan hanya menerima bantuan.

“Seorang warga berkata, ‘Saya merasa bersalah karena hanya menerima bantuan. Bagaimana kami bisa hanya menerima?

Mari bantu tetangga yang lebih miskin dari kita,’” kata Lee. “Itulah awal mulanya, dan ini sudah tahun ke-18.”

Penggalangan dana yang dimulai di Desa Gwaengiburi menyebar ke warga jjokbang di Bukseong-dong 1-ga, Manseok-dong, dan Hyoseong-dong di Incheon.

Tamu dapur umum serta penghuni tempat penampungan tunawisma juga ikut bergabung.

Pada tahun pertama, warga mengumpulkan sekitar 700.000 won (Rp8,2 juta). Hingga akhir tahun lalu, jumlah kumulatif mencapai 30,2 juta won (Rp354 juta).

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru