Bitcoin jatuh di bawah $60.000 pada Jumat (6/6), mencapai level terendah sejak Oktober 2024.
Penurunan ini terjadi sebelum pemilihan Donald Trump yang mendorong harga ke rekor tertinggi.
>>> NASA Batalkan Perintah Evakuasi Astronot di Stasiun Luar Angkasa
Mata uang kripto tersebut turun sekitar 6 persen pada pukul 16.15 GMT ke $59.770, sebelum sedikit memulihkan kerugiannya.
Terpilihnya Trump, pendukung kuat kripto, ke Gedung Putih untuk masa jabatan kedua pada November 2024 memicu gelombang antusiasme di sektor ini.
Harga bitcoin sempat melonjak hingga hampir $110.000.
>>> Trump Gelar UFC di Halaman Gedung Putih, Gabungkan Tinju dan Politik
Pemicu Penurunan
Penurunan saat ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aksi jual korporasi, menurut Emma Bernuau, konsultan di Eurosagency.
Penjualan mendadak oleh Strategy, salah satu pemegang korporasi bitcoin terbesar, mengguncang kepercayaan pasar. Perusahaan tersebut mengungkapkan telah menjual 32 BTC dari cadangannya, pelepasan pertama dalam beberapa tahun.
"Meskipun jumlahnya minimal, signifikansi simbolisnya cukup besar," kata Bernuau. "Pasar umumnya menganggap Strategy tidak berniat menjual bitcoin dan akan terus mengakumulasi terlepas dari kondisi pasar."
>>> Militer AS Tembak Jatuh Empat Drone Iran di Dekat Selat Hormuz
Bernuau menambahkan bahwa investor jangka panjang dapat melihat penurunan ini sebagai peluang pembelian. Ia juga menyoroti beberapa potensi pendorong, termasuk kemajuan undang-undang AS untuk mendukung sektor kripto.