Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak melakukan serangan balasan setelah Iran meluncurkan rudal ke target Israel, demikian dilaporkan Axios pada Minggu.
Iran meluncurkan rudal sebagai balasan atas serangan di pinggiran Beirut.
>>> Zelenskyy Tuding Rusia Sengaja Serang Fasilitas Chernobyl
Serangan Israel di wilayah Beirut pada hari yang sama merupakan yang pertama sejak AS mengumumkan rencana gencatan senjata untuk Lebanon pekan lalu.
Militer Israel mengatakan sistem pertahanannya telah mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran. Belum ada rincian mengenai kerusakan yang diderita Israel.
Trump, yang menghabiskan akhir pekan di klub golfnya di Bedminster, New Jersey, telah mendapat pengarahan tentang eskalasi antara Iran dan Israel, kata seorang pejabat AS kepada Reuters.
“Ini tentu tidak akan membantu negosiasi,” kata Trump kepada Fox News setelah peluncuran rudal Iran.
“Yang akan saya sarankan kepada Iran: Anda sudah menembakkan rudal Anda, itu sudah cukup, kembali ke meja perundingan dan buat kesepakatan.”
Ditanya tentang serangan Israel di Beirut sebelumnya, ia mengatakan: “Saya tidak senang dengan itu.” Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia akan menelepon Netanyahu dan mendesaknya untuk tidak membalas.
Reaksi Iran dan Israel
Ketua negosiator perdamaian Iran, Mohammed Baqer Qalibaf, mengatakan pangkalan AS dan aset Israel adalah target yang sah karena tindakan bermusuhan termasuk “pelanggaran perjanjian mengenai Lebanon.”
“Mereka menunjukkan bahwa mereka hanya memahami bahasa kekuatan,” tulisnya di X.
Anggota parlemen garis keras Ebrahim Rezaei memposting bahwa Iran akan memberikan “respons yang tegas dan menyakitkan” terhadap serangan Israel di Lebanon.
Seorang pejabat Israel menanggapi ancaman tersebut dengan mengatakan Israel akan membalas setiap serangan terhadap wilayahnya dari Iran, dan menganggapnya sebagai “kesempatan untuk memperbarui kampanye.”