Topan Noul menerjang daratan China selatan pada Minggu (26/7) dan membawa hujan lebat hingga ekstrem selama dua hari ke depan.
Otoritas setempat mengeluarkan peringatan tertinggi untuk banjir bandang di sejumlah provinsi.
>>> Arti Nama Zeia Zartasha Janna, Putri Pertama Fiki Naki dan Tinandrose
Topan terkuat tahun ini memaksa evakuasi lebih dari 700.000 orang di Provinsi Guangdong.
Kementerian Sumber Daya Air dan Administrasi Meteorologi China bersama-sama mengeluarkan peringatan merah untuk banjir bandang.
Mulai Minggu malam hingga Senin malam, banjir bandang diperkirakan terjadi di sebagian Jiangxi, Hunan, Guangdong, Sichuan, Shaanxi, Gansu, dan tenggara Xinjiang.
Warga diminta memantau peringatan real-time dan bersiap evakuasi.
Noul, siklon tropis ke-12 tahun ini dan topan ketiga China pada Juli, mendarat di Kabupaten Huidong sekitar pukul 03.50 waktu setempat.
>>> Troy Pantouw Meninggal Dunia di Rusun ASN Nusantara, Ini Sosok Jubir Otorita IKN
Nama Noul berarti pancaran matahari terbit atau terbenam dalam bahasa Korea.
Saat bergerak ke daratan, topan diperkirakan membawa angin kencang dan hujan deras hingga Selasa. Beberapa daerah seperti Fujian bisa mengalami curah hujan sangat tinggi.
Pemerintah daerah diminta memantau area rawan banjir seperti pegunungan, sungai, dan lokasi konstruksi.
Observatorium Hong Kong melaporkan topan melemah saat bergerak ke daratan, meski angin kencang masih melanda pusat keuangan Asia itu.
Semua peringatan topan dicabut Minggu malam. Topan sempat melintas dalam jarak 80 km dari Hong Kong.
>>> Rehabilitasi Mangrove BNI Perkuat Ekosistem dan Ekonomi Pesisir
Otoritas bandara Hong Kong menyatakan penerbangan akan berangsur pulih Minggu sore setelah operasi ditangguhkan selama lebih dari 12 jam.
