Apple memperkenalkan sistem kontrol orang tua yang sangat komprehensif dalam ajang tahunan WWDC 2026.
Fitur ini dirancang untuk memberikan ketenangan bagi para orang tua di era digital yang semakin kompleks.
>>> AMD Tunda Rilis GPU Gaming, Fokus ke Chip Server AI hingga 2028
Kendali Penuh di Tangan Orang Tua lewat Child Account
Kunci dari sistem anyar ini adalah akun khusus anak atau Child Account. Ketika seorang anak terdaftar dalam akun ini, orang tua memiliki kendali penuh atas perangkat yang digunakan.
Apple tidak hanya menyediakan rekomendasi aplikasi sesuai usia, tetapi juga memberikan hak veto penuh.
Setiap kali anak ingin mengunduh aplikasi baru atau mengunjungi situs tertentu, permintaan itu harus melewati persetujuan orang tua terlebih dahulu.
Mekanisme whitelisting ini bekerja layaknya penjaga gerbang digital. Hanya aplikasi, situs web, dan kontak yang telah disetujui yang dapat menembus ekosistem perangkat anak.
Hal ini menjadi benteng kokoh untuk mencegah paparan situs berbahaya maupun upaya pendekatan dari orang tak dikenal.
Memantau Waktu Layar Anak Jadi Lebih Transparan
Salah satu keresahan terbesar orang tua adalah kecanduan gawai. Apple menjawabnya dengan panel pemantau waktu layar yang transparan.
Orang tua dapat memeriksa secara remote durasi pemakaian setiap aplikasi. Tak cuma memantau, orang tua juga bisa bertindak dengan menetapkan batasan total waktu pemakaian perangkat per hari.
>>> Lenovo IdeaPad Pro 5i 16IPH11 Rilis Global, Layar OLED 1.100 Nit Siap Manjakan Mata Kreator
Aturan bahkan bisa dibuat lebih granular, misalnya memblokir akses ke aplikasi hiburan, game, atau media sosial pada jam-jam tertentu saja.
Ini bisa diterapkan saat waktu belajar atau malam hari.
Menariknya, Apple memberikan rekomendasi batas durasi ideal yang dikembangkan bersama organisasi ahli seperti American Academy of Pediatrics.
Ini membantu orang tua awam menerapkan standar yang lebih sehat tanpa perlu riset sendiri.
Hanya Kontak Terpercaya yang Bisa Berkomunikasi
Kontak tidak dikenal otomatis diblokir dan wajib mendapat persetujuan orang tua sebelum bisa berkomunikasi. Penyaringan pesan otomatis mampu mendeteksi konten ketelanjangan dan kekerasan visual.
Pengembang aplikasi mendapat akses ke API keamanan untuk mengintegrasikan fitur proteksi ini.
>>> Xiaomi Pecahkan Rekor AI: 1.000 Token per Detik dengan MiMo-V2.5-Pro
Dengan demikian, perlindungan tidak hanya terbatas pada aplikasi bawaan Apple, tetapi juga dapat diperluas ke aplikasi pihak ketiga.