unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Pelukis Korea Ubah Halusinasi Menjadi Karya Seni

Pelukis Korea Ubah Halusinasi Menjadi Karya Seni

Pelukis Korea Ubah Halusinasi Menjadi Karya Seni
Lukisan abstrak karya Lee Keun-min dengan motif organ dan daging
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Pelukis Korea Lee Keun-min membuka batas antara penyakit dan imajinasi dalam pameran tunggal pertamanya di PKM Gallery, Seoul.

Pameran bertajuk "Before It Becomes a Scene" ini menampilkan 23 karya baru, termasuk lukisan berukuran besar setinggi hampir 3 meter dan seri gambar baru "Refining Hallucinations".

>>> Korea Dorong Pasar Tradisional Lebih Ramah Pengunjung

alt top

Semua karya diciptakan sejak 2023 dan dipamerkan di Korea untuk pertama kalinya. Pameran berlangsung hingga 25 Juli di galeri yang berlokasi di Distrik Jongno.

Halusinasi sebagai Seni

Lee menelusuri asal-usul dunia visualnya 25 tahun lalu, saat dirawat di rumah sakit karena didiagnosis gangguan kepribadian ambang.

Di sana, ia berhadapan dengan apa yang disebutnya "otoritas" bahasa psikiatri dan kekuatan halusinasinya yang luar biasa, dipenuhi tubuh terfragmentasi, materi mentah, dan bentuk organik tanpa nama.

alt mid

Ia terus melukis halusinasinya untuk menangkapnya "sebelum menjadi sebuah adegan" — sebelum dokter memberi nama gejala dan masyarakat mengubah krisis seseorang menjadi cerita yang mudah dicerna.

"Saya ingin menunjukkan bahwa jika saya menggambarnya terlebih dahulu, pengalaman itu bisa berubah menjadi karya seni, bukan gejala," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ia bertujuan menggambar halusinasi sebagai "keadaan pikiran, bukan gejala penyakit."

Motif Anatomi

Lee menjelaskan bahwa halusinasinya mungkin terkait dengan kecintaannya pada anatomi sejak kecil, yang masih mendorongnya secara naluriah ke arah organ dan bagian tubuh yang terisolasi sebagai motif inti.

Ia tidak melukisnya untuk efek mengerikan atau kejutan, tetapi karena hal itu datang kepadanya "seperti takdir" dalam halusinasi dan paling jelas menunjukkan bagaimana masyarakat mencoba mendefinisikan dan mengklasifikasikan orang.

Meskipun halusinasinya berdasarkan ingatan, ia tidak mereproduksinya sebagai still life atau lanskap, melainkan dengan tenang menyusun ulang gambar daging, usus, pembuluh darah, dan otot di kanvas "dari jarak yang sedikit tidak terlalu menyakitkan."

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru