unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Pameran Seni Queer 'Spectrosynthesis' Hadir di Seoul, Soroti Kerentanan dan Harapan
Lifestyle

Pameran Seni Queer 'Spectrosynthesis' Hadir di Seoul, Soroti Kerentanan dan Harapan

Pameran Spectrosynthesis Seoul di Art Sonje Center
Pameran Spectrosynthesis Seoul di Art Sonje Center
A A Ukuran Teks16px

Art Sonje Center di Seoul menjadi tuan rumah pameran seni queer berskala besar pertama di Korea, bertajuk 'Spectrosynthesis: Seoul'.

Pameran ini menampilkan karya 74 seniman dan kolektif dari Korea dan luar negeri, hasil kolaborasi dengan Sunpride Foundation.

Ini adalah edisi keempat dari seri 'Spectrosynthesis' setelah Taipei, Bangkok, dan Hong Kong.

Visi Kolektor Patrick Sun

Patrick Sun, pendiri dan direktur eksekutif Sunpride Foundation, memulai perjalanannya sebagai kolektor seni di Hong Kong pada akhir 1980-an.

Ia mendirikan yayasan pada 2014 dengan keyakinan bahwa inti seni queer bukanlah identitas seksual tetap, melainkan sensitivitas tajam sebagai minoritas.

Sun menekankan bahwa yayasan hadir sebagai tamu, bukan penyelamat, dengan mendengarkan kebutuhan komunitas lokal sebelum menentukan pameran.

Karya yang Menyoroti Kerentanan

Karya yang paling menyentuh hati Sun di Seoul adalah yang tampak tidak lengkap dan rapuh, seperti instalasi keramik Kim Tae-yeon dan karya Choi Ha-neyl yang seolah terus dalam proses.

Menurut Sun, sejarah queer tidak pernah lengkap dan selalu ada dalam fragmen memori.

Pameran ini juga memperkenalkan seniman Korea baru ke dalam koleksi Sunpride, termasuk Hah Ji-min dan Kim Jae-won.

Sun mengapresiasi kerja tim kuratorial Art Sonje yang berhasil menemukan dan mewawancarai seniman muda yang antusias berpartisipasi.

Dampak dan Harapan ke Depan

Sun melihat perubahan positif di Korea, dengan protes balik yang lebih kecil dan tidak terlalu keras dibandingkan satu dekade lalu.

Ia menekankan bahwa pameran harus memenuhi standar museum untuk menghindari tokenisme.

Sambutan positif di Seoul, termasuk antrean panjang di hari pembukaan, menunjukkan adanya apresiasi terhadap seni queer.

Sunpride Foundation akan mendukung 'Queer Art Thailand' di Bangkok dan menyiapkan 'Spectrosynthesis' berikutnya di Museum of Contemporary Art Tokyo pada 2027.

Sun berharap suatu hari koleksinya tidak lagi diperlukan karena hak LGBTQ+ telah maju.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru