Pasar ponsel murah pada 2026 mungkin akan mengalami kemunduran spesifikasi.
Menurut informasi dari sumber industri terpercaya, beberapa sub-brand dari produsen ponsel besar bersiap meluncurkan perangkat baru di segmen harga di bawah 1.000 yuan (sekitar $140).
>>> Google Rilis Android 17 QPR1 Beta 4 dengan Sejumlah Perbaikan Bug
Yang mengejutkan, banyak ponsel ini justru mengurangi spesifikasi, bukan meningkatkannya.
Kembalinya Waterdrop Notch dan RAM 6GB
Laporan menyebutkan ponsel murah terbaru akan tetap menggunakan layar LCD 1080p dan menghadirkan kembali waterdrop notch. Konfigurasi memori entry-level juga disebut kembali ke RAM 6GB dan penyimpanan 128GB.
Ini bukan pertama kalinya kabar serupa muncul.
Sebuah laporan akhir tahun lalu menyebutkan RAM 16GB bisa menjadi langka di ponsel flagship pada 2026, sementara RAM 4GB akan lebih umum di perangkat murah.
Krisis Harga Memori Jadi Penyebab
Penyebab utama adalah kenaikan tajam harga chip memori.
Menurut firma riset pasar TrendForce, harga kontrak DRAM global naik lebih dari 40% selama dua kuartal berturut-turut, dari kuartal IV 2025 hingga kuartal I 2026.
>>> Pova 8 5G Hadir dengan Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz
Laporan lain dari Counterpoint menunjukkan situasi mungkin lebih sulit.
Harga di pasar memori meningkat 80–90% secara kuartalan pada kuartal I 2026, dengan chip DRAM, NAND, dan HBM mencapai rekor tertinggi.
Pendiri Xiaomi, Lei Jun, juga mengatakan lonjakan harga memori saat ini sangat agresif. Ia memprediksi harga di industri memori bisa terus naik selama dua tahun ke depan.
Ia menyarankan pengguna yang berencana upgrade ponsel sebaiknya melakukannya lebih cepat.
Tidak lama berselang, banyak ponsel terjangkau hadir dengan RAM 8GB dan penyimpanan 256GB sebagai standar. Namun, seiring kenaikan biaya komponen, produsen memikirkan ulang strategi entry-level mereka.
>>> Xiaomi Perkenalkan Lengan Robot Isi Daya Mobil Listrik Otomatis
Jika harga memori tetap tinggi, varian kapasitas lebih besar bisa semakin mahal, sementara ponsel murah mungkin terus melakukan kompromi yang dianggap banyak pembeli sudah ditinggalkan.
