"Ya, beliau memperkenalkan diri tapi saya enggak kenal.
Saya enggak kenal, lalu mereka bilang 'Mas Raffi, perusahaan kami ini, Blueray ini, kita bisa kirimin, bisa kirimin apa pun itu, mau handphone, mau laptop, mau iPad, mau ini, mau itu," tutur Raffi.
Raffi membeberkan dirinya juga sempat ditawari akan dikirimkan handphone terbaru. Tawaran itu diakui Raffi sempat ia respons, namun hanya sebatas basa basi semata.
"Ya enggak mungkin dong, saya bilang 'Oh, enggak ah, saya enggak mau kirim lewat kamu', kan enggak mungkin saya bilang," ucap dia.
"(Jadi saya bilang) 'Oh, iya, iya, iya, iya. Oke, nanti kalau ada handphone yang baru itu, ya udah nanti saya kirim ya'.
Hanya sebatas itu. Intinya saya basa-basi.
>>> ColorOS 17 Pilih Sempurnakan Pengalaman, Bukan Ubah Tampilan Total
Setelah itu saya pergi melanjutkan ke tempat yang lain. Hanya sebatas itu," lanjutnya.
Raffi menegaskan setelah momen itu, dirinya tidak lagi berhubungan maupun berkomunikasi dengan pihak Blueray. Ia juga menegaskan tidak pernah menerima kiriman apapun dari pihak Blueray.
"Saya tidak ada nomor telepon yang mereka. Tidak pernah terima kiriman apa pun.
Namanya pun enggak ingat. Memesan pun, maksudnya memesan pun secara transaksional pun nggak.
Hanya sebatas basa-basi," tutur Raffi.
"Saya enggak ada komunikasi sama mereka, cuma saya bingung kok dibilang saya ada komunikasi sama mereka," ia menegaskan.
Hal senada juga disampaikan Raffi Ahmad saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Raffi menceritakan hanya memenuhi permintaan foto bersama dari salah satu pegawai jasa kargo tersebut ketika melihat Raffi berada di area kantor Blueray Cargo.
"Terus, di sebelah kanan itu ada toko kelontong, terus pas kita mau kembali lagi ke Awang Kitchen, di sebelah kiri itu ada toko Blueray, di atasnya pada gini semuanya, kayak 'A Raffi!'