Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, angkat bicara soal kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax series yang berlaku sejak 10 Juni 2026.
Simon mengakui kebijakan ini menarik perhatian masyarakat luas. Namun, ia menegaskan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan mekanisme pasar.
>>> Spesifikasi Huawei MatePad Mini Terungkap, Bawa Layar OLED PaperMatte dan Baterai 6.400 mAh
"Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar Internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," kata Simon melalui akun Instagram resmi Pertamina, Jumat (12/6/2026).
Kenaikan harga tidak hanya terjadi di SPBU Pertamina, tetapi juga di jaringan SPBU swasta. Meski demikian, Simon menjamin harga BBM bersubsidi Pertalite dan Biosolar tidak berubah.
>>> Cara Bikin Scrapbook Digital Estetik di Galaxy A57 5G, Cukup Pakai Multi Window dan Drag & Drop
"Di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari Pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.
PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Pertamax Series per 10 Juni 2026. Ini merupakan penyesuaian tarif pertama sejak akhir Februari 2026.
>>> Honor X80 Pro Max Bocor: Baterai Raksasa 11.000 mAh Terkonfirmasi
Harga Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.